Pramono menegaskan, penataan tetap akan dilakukan tanpa menggusur warga. Termasuk sejumlah bangunan rumah ibadah yang berada di atas atau di sekitar aliran sungai akan ditata agar kawasan menjadi lebih rapi.
“Intinya adalah kami melakukan pembenahan tidak menggusur. Karena di dalam atau di atas sungai itu kebetulan ada rumah-rumah ibadah seperti masjid, musala, dan sebagainya, tentunya akan kami tata menjadi lebih rapi,” tuturnya.
Pramono berharap pembenahan kawasan tersebut dapat menjadi contoh penataan lingkungan di Jakarta dengan tetap mempertahankan masyarakat yang telah tinggal di kawasan tersebut. (M4)
