POSKOTA.CO.ID - Kabar soal 1.051 manajer Kopdes Merah Putih mengundurkan diri tengah menjadi perhatian. Angka tersebut muncul ketika proses penempatan manajer untuk mengoperasikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih berlangsung di berbagai daerah.
Di tengah ramainya informasi tersebut, sebagian manajer bahkan mendatangi kantor PT Agrinas Pangan Nusantara. Mereka datang untuk membicarakan langsung persoalan penempatan yang sedang dihadapi.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Serahkan Aset Rp2,7 Miliar ke Kemenag
Manajer Kopdes Merah Putih Datang ke Kantor Agrinas
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, memberikan penjelasan mengenai kedatangan para manajer tersebut melalui akun Instagram pribadinya @bung.joaomota.
Menurut Joao, para manajer datang dengan itikad baik untuk berdiskusi mengenai penempatan mereka. Agrinas sendiri mendapat mandat untuk membangun gerai sekaligus mengelola operasionalisasi KDKMP selama dua tahun pertama.
"Dengan itikad baik hendak mendiskusikan penempatan mereka, sebagian manajer KDKMP datang ke kantor Agrinas Pangan Nusantara," tulis Joao, dikutip Senin (5/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi antara pengelola dan para manajer yang sedang menjalani proses penempatan.
Joao juga menyebut sejumlah manajer merasa terkejut sekaligus terharu karena dapat langsung diterima untuk menyampaikan persoalan mereka.
"Para manajer ini mengaku terkejut dan terharu, karena langsung diterima untuk berdiskusi soal penempatan mereka," ujarnya.
Berapa Manajer yang Menolak Penugasan?
Data yang disampaikan Joao menunjukkan bahwa proses penempatan manajer Kopdes Merah Putih memang masih menghadapi dinamika.
Sebanyak 27.099 manajer tercatat telah menandatangani offering letter sebagai tanda menerima penugasan. Namun, sebagian lainnya tidak melanjutkan proses tersebut.
Rinciannya, sebanyak 969 orang menolak offering letter, sedangkan 532 offering letter dinyatakan kedaluwarsa.
Dengan demikian, terdapat 1.501 offering letter yang tidak berlanjut dalam proses penempatan. Angka ini penting dicermati agar publik tidak hanya melihat kabar mengenai "manajer mundur" tanpa memahami rincian data yang disampaikan.
Beberapa poin penting dari data penempatan:
- 27.099 manajer telah menandatangani offering letter.
- 969 orang tercatat menolak offering letter.
- 532 offering letter dinyatakan kedaluwarsa.
- Sebagian manajer datang ke kantor Agrinas untuk membahas penempatan.
- Agrinas mendapat mandat mengelola operasional KDKMP selama dua tahun pertama.
Baca Juga: Kasus Keracunan Massal MBG Terulang, Sertifikat Laik Higiene SPPG Panyandaan Terancam Dicabut
Keberhasilan KDKMP Tak Hanya Bergantung pada Manajer
Di balik dinamika penempatan tersebut, Joao menilai keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah manajer yang menerima penugasan.
Menurutnya, keterlibatan perangkat desa dan masyarakat justru menjadi bagian penting agar program tersebut dapat berjalan sesuai tujuan awal sebagai penggerak ekonomi desa.
"Dengan kerja sama erat antara pengelola KDKMP, perangkat desa dan seluruh warga setempat, maka rancangan KDKMP sebagai penggerak ekonomi desa akan terwujud," kata Joao.
Artinya, persoalan penempatan manajer menjadi salah satu bagian dari proses panjang pengoperasian KDKMP. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengelola, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki pola kerja yang sama ketika koperasi mulai menjalankan aktivitasnya di lapangan.
Pada akhirnya, keberhasilan Kopdes Merah Putih akan sangat ditentukan oleh bagaimana kolaborasi tersebut dibangun, bukan sekadar berapa banyak manajer yang berhasil ditempatkan.
