Rinciannya, sebanyak 969 orang menolak offering letter, sedangkan 532 offering letter dinyatakan kedaluwarsa.
Dengan demikian, terdapat 1.501 offering letter yang tidak berlanjut dalam proses penempatan. Angka ini penting dicermati agar publik tidak hanya melihat kabar mengenai "manajer mundur" tanpa memahami rincian data yang disampaikan.
Beberapa poin penting dari data penempatan:
- 27.099 manajer telah menandatangani offering letter.
- 969 orang tercatat menolak offering letter.
- 532 offering letter dinyatakan kedaluwarsa.
- Sebagian manajer datang ke kantor Agrinas untuk membahas penempatan.
- Agrinas mendapat mandat mengelola operasional KDKMP selama dua tahun pertama.
Baca Juga: Kasus Keracunan Massal MBG Terulang, Sertifikat Laik Higiene SPPG Panyandaan Terancam Dicabut
Keberhasilan KDKMP Tak Hanya Bergantung pada Manajer
Di balik dinamika penempatan tersebut, Joao menilai keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah manajer yang menerima penugasan.
Menurutnya, keterlibatan perangkat desa dan masyarakat justru menjadi bagian penting agar program tersebut dapat berjalan sesuai tujuan awal sebagai penggerak ekonomi desa.
"Dengan kerja sama erat antara pengelola KDKMP, perangkat desa dan seluruh warga setempat, maka rancangan KDKMP sebagai penggerak ekonomi desa akan terwujud," kata Joao.
Artinya, persoalan penempatan manajer menjadi salah satu bagian dari proses panjang pengoperasian KDKMP. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengelola, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki pola kerja yang sama ketika koperasi mulai menjalankan aktivitasnya di lapangan.
Pada akhirnya, keberhasilan Kopdes Merah Putih akan sangat ditentukan oleh bagaimana kolaborasi tersebut dibangun, bukan sekadar berapa banyak manajer yang berhasil ditempatkan.
