JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menilai pengembangan layanan transportasi menuju Kepulauan Seribu dapat menjadi terobosan untuk memperkuat konektivitas wilayah tersebut. Akses transportasi yang lebih mudah dan terjangkau juga dinilai penting untuk mendorong potensi pariwisata serta perekonomian masyarakat Kepulauan Seribu.
"Ini terobosan-terobosan luar biasa bagi Gubernur DKI Jakarta, karena Jakarta ini akan menjadi kota global. Kota global berarti harus membuat masyarakat itu senang, masyarakat itu enjoy," kata Ibrahim, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurut Ibrahim, selama ini akses transportasi dari daratan Jakarta menuju Kepulauan Seribu masih menjadi pekerjaan rumah. Oleh karena itu, pengembangan moda transportasi laut maupun udara dinilai perlu diarahkan agar masyarakat mendapatkan pilihan perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau.
"PR terpenting bagi Gubernur DKI itu adalah untuk membuat transportasi, baik jalur udara maupun jalur laut ke Kepulauan Seribu dengan harga yang relatif lebih murah," ujarnya.
Baca Juga: TransJakarta Kelola Transportasi Kepulauan Seribu 2027, Termasuk Helikopter
Ibrahim menyoroti tarif perjalanan menuju Kepulauan Seribu yang saat ini menurutnya masih relatif mahal, khususnya melalui sejumlah akses keberangkatan yang dikelola pihak swasta. Ia menilai kehadiran layanan yang dikelola pemerintah dapat menjadi alternatif bagi masyarakat.
"Kalau saat ini saya melihat, baik melalui Pluit maupun Marina Ancol, harganya relatif mahal yang dikelola oleh swasta. Dan kita lihat bahwa ini adalah jalan terbaik, memuluskan Gubernur periode kedua dengan cara membuat transportasi murah dari Jakarta ke Kepulauan Seribu," ucapnya.
Ia juga menilai pengembangan transportasi tidak cukup hanya menghubungkan Jakarta daratan dengan Kepulauan Seribu. Sistem transportasi di wilayah kepulauan tersebut juga perlu diperkuat agar mobilitas antarpulau menjadi lebih mudah.
"Kemudian di Kepulauan Seribu sendiri pun juga harus dibentuk transportasi-transportasi, jangan hanya berfokus terhadap Jakarta saja. Ini harus masuk," tuturnya.
Baca Juga: Transjakarta Masuk Kepulauan Seribu, DPRD DKI Minta Kapal Tradisional Tak Tergusur
Menurut Ibrahim, kemudahan akses transportasi dapat membuat Kepulauan Seribu semakin menarik sebagai tujuan wisata bagi warga Jakarta. Ia melihat kawasan tersebut memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh apabila didukung konektivitas yang memadai dan biaya perjalanan yang terjangkau.
"Sehingga Gubernur Jakarta ini memang sedang berfokus bagaimana caranya Kepulauan Seribu yang begitu banyak pulau itu nanti bisa dijadikan sebagai percontohan transportasi, sehingga membuat masyarakat senang untuk melakukan wisata ke Kepulauan Seribu," beber Ibrahim.
Kepulauan Seribu Tujuan Rekreasi Warga Jakarta
Bahkan, Ibrahim membandingkan potensi wisata Kepulauan Seribu dengan kawasan Puncak yang selama ini menjadi salah satu tujuan rekreasi warga Jakarta. Menurutnya, pengembangan Kepulauan Seribu dapat membuka pilihan destinasi wisata baru bagi masyarakat.
"Artinya masyarakat untuk melakukan wisata bukan lagi ke Puncak, tetapi nanti ke Kepulauan Seribu. Dengan transportasi yang murah," katanya.
Ibrahim mencontohkan tarif transportasi laut yang murah dapat mendorong lebih banyak masyarakat mengunjungi Kepulauan Seribu. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat melalui peningkatan aktivitas wisata.
"Anggaplah kita transportasi kapal atau perahu laut mungkin dengan harga Rp5.000, mungkin orang akan berduyun-duyun untuk berangkat ke Kepulauan Seribu," ucap Ibrahim.
Lebih lanjut, Ibrahim menilai pengembangan konektivitas harus diarahkan untuk menjadikan Kepulauan Seribu sebagai salah satu kawasan wisata unggulan Jakarta. Menurutnya, potensi tersebut dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat apabila dikelola secara serius.
"Jadi Kepulauan Seribu nanti akan dijadikan sebagai kota wisata. Kota wisata yang andalan Jakarta," terang Ibrahim.
Dalam kesempatan itu, Ibrahim menjelaskan, sejumlah destinasi bersejarah seperti Pulau Onrust dan pulau-pulau lainnya juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata.
