JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemprov DKI Jakarta resmi membuka kompleks Balai Kota untuk masyarakat umum melalui program walking tour bertajuk "Namu Balai Kota" mulai Sabtu, 3 Oktober 2026.
Program ini memungkinkan publik mengintip langsung area kerja jajaran pimpinan daerah yang selama ini terbatas untuk kalangan internal.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, kebijakan ini dibuat agar fasilitas pemerintahan lebih transparan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya para pelajar.
"Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Kominfotik untuk membuka Balai Kota dan sarana-prasarana yang selama ini tertutup bagi publik," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Oktober 2026.
Baca Juga: Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun, Pramono Anung Soroti Kinerja Mall Pelayanan Publik
Melalui tur pandu ini, pengunjung dapat menjelajahi sejumlah titik di kompleks Balai Kota, mulai dari ruang kerja gubernur dan jajaran pejabat, ruang rapat strategis, hingga aula pelantikan.
Pramono berharap pengalaman melihat langsung dapur kebijakan DKI Jakarta ini mampu memantik motivasi generasi muda.
"Terutama bagi anak-anak pelajar, ini bisa memberikan inspirasi agar mereka punya keinginan suatu hari nanti bekerja dan mengabdi di Balai Kota," tuturnya.
Jadwal dan Ketentuan Kunjungan 'Namu Balai Kota'
Program Namu Balai Kota rencananya akan diselenggarakan secara rutin dua kali dalam sebulan. Untuk mengantisipasi penumpukan pengunjung, Pemprov DKI membagi alur kunjungan ke dalam beberapa sesi (shift).
Berikut detail pelaksanaan perdana Namu Balai Kota, antara lain:
- Tanggal: Sabtu, 3 Oktober 2026
- Waktu Operasional: Pukul 08.00 hingga 17.30 WIB
- Skema Kunjungan: Dibagi menjadi beberapa shift (waktu terbatas per kelompok)
