JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengukuhkan komitmen dekarbonisasi operasional dengan mengantarkan kawasan The Telkom Hub mencapai status Net Zero Emission (NZE) untuk emisi Cakupan 1 dan 2.
Pencapaian ini ditandai dengan penyerahan Renewable Energy Certificate (REC) dan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK) oleh PT Energy Management Indonesia (EMI) di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan Rencana Transisi Iklim TelkomGroup yang menargetkan penurunan emisi secara berjenjang hingga mencapai operasional NZE 100 persen pada tahun 2060.
VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menegaskan pencapaian kawasan Telkom Hub menjadi bukti nyata penerapan dekarbonisasi di tingkat operasional perusahaan.
Baca Juga: Dukung Sovereign AI, Telkom dan NeutraDC Siapkan AI Data Center 1 GW Bangun Kedaulatan Data Nasional
"Pencapaian The Telkom Hub sebagai kawasan net zero Cakupan 1 dan 2 merupakan milestone penting yang menunjukkan upaya dekarbonisasi dapat diterapkan secara nyata," kata Gunawan, Rabu, 23 September 2026.
Telkom Pangkas Emisi Karbon Hingga 42 Ribu Ton
Dalam mendukung dekarbonisasi operasional, Telkom bersama anak usahanya, NeutraDC, telah membeli sebanyak 45.407 unit REC berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Langkah instrumen berbasis pasar ini diproyeksikan mampu memangkas potensi emisi karbon Cakupan 2 market-based hingga sebesar 42.425,7 ton CO₂e secara transparan.
Di samping itu, kawasan The Telkom Hub telah mengoperasikan 77 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) yang menghemat listrik gedung Telkom Landmark Tower sebesar 20.235,6 kWh per tahun.
Baca Juga: Gandeng Raksasa China Unicom, TelkomGroup Siap Gejot Ekosistem AI, 5G, hingga Data Center Indonesia
Direktur Utama PT Telkom Landmark Tower, Suratman, menambahkan pihaknya juga menerapkan teknologi Building Management System guna memaksimalkan efisiensi konsumsi daya gedung.
