JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kepadatan dan antrean panjang pasien yang membutuhkan ruang rawat inap di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, memicu keprihatinan dari jajaran DPRD Jakarta.
Kondisi kritis tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nabilah Aboebakar Alhabsyi dalam rapat paripurna bersama Gubernur Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Nabilah menerima banyak aduan warga terkait sulitnya mendapatkan kamar inap akibat lonjakan pasien yang masuk ke RSUD Pasar Minggu.
“Saya banyak menerima keluhan terkait tidak adanya ketersediaan ruang inap di rumah sakit RSUD Pasar Minggu yang dikarenakan penuhnya pasien, banyaknya pasien di DKI Jakarta yang masuk ke RSUD Pasar Minggu,” kata Nabilah, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pemicu Utama RSUD Pasar Minggu Penuh
Nabilah menjelaskan fenomena keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate) rumah sakit ini dipicu oleh maraknya lonjakan berbagai kasus penyakit di ibu kota.
Beberapa jenis penyakit yang dilaporkan tengah merebak signifikan di Jakarta saat ini antara lain fenomena virus Influenza Tipe A, DBD, serta penyakit ISPA.
Banyaknya rujukan pasien penyakit musim pancaroba ini membuat ruang tunggu rumah sakit pemerintah tersebut overload.
"Di DKI Jakarta ini kasus Influenza Tipe A, DBD, dan ISPA sedang tinggi-tingginya," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Minta Antrean BPJS Kesehatan Dipangkas, Pasien Tak Boleh Dibeda-bedakan
Faktor lain yang memperparah penumpukan pasien adalah minimnya pilihan fasilitas kesehatan rujukan BPJS Kesehatan di wilayah administratif Kecamatan Pasar Minggu.
Ia menyoroti belum adanya rumah sakit swasta di kawasan Pasar Minggu yang menjalin kerja sama operasional dengan pihak BPJS Kesehatan.
Wakil Ketua DPRD Jakarta, Ima Mahdiah mendesak Pemprov DKI mempermudah akses rujukan berobat warga ke rumah sakit alternatif.
“DPRD mendorong Pemprov DKI untuk mempermudah agar masyarakat bisa tetap dirawat. Karena kan selama beberapa hari terakhir ini full terkait dengan influenza A dan juga beberapa penyakit DBD dan sebagainya,” ucapnya.
