Rani menuturkan desil keluarganya melonjak hanya karena mencatatkan pinjaman modal usaha, yang justru berakibat pada pemutusan seluruh akses bantuan sosial dan pendidikan.
Rani juga mengeluhkan rumitnya mekanisme pengajuan sanggahan Desil secara mandiri melalui aplikasi online yang sulit diakses oleh gawai milik warga kurang mampu.
"Pinjam uang buat modal jualan malah dianggap kaya dan Desil naik. Kami berharap posko pengaduan ini bisa memperjuangkan nasib anak-anak kami agar tetap bisa sekolah," ucapnya.
