POSKOTA.CO.ID - Pemerintah terus mematangkan percepatan program perumahan rakyat di wilayah timur Indonesia sekaligus mendorong penataan lingkungan pemukiman secara nasional. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membahas rencana eksekusi pembangunan 2.200 unit rumah di Provinsi Papua Pegunungan.
Langkah strategis ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait pemerataan hunian layak dan penguatan program lingkungan hunian nasional.
Baca Juga: Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Operasionalisasi 1.061 KDKMP
Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan
Program pembangunan perumahan di Papua Pegunungan dirancang secara spesifik sesuai kebutuhan sosiokultural setempat.
Dari total 2.200 unit yang direncanakan, sebanyak 2.000 unit dialokasikan untuk masyarakat umum, sementara 200 unit sisanya diperuntukkan khusus bagi para kepala suku.
Guna memastikan pelaksanaan teknis, efisiensi anggaran, serta ketepatan sasaran, rakor ini turut melibatkan instansi pengawas dan penyedia data nasional, antara lain:
- BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)
- LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah)
- BPS (Badan Pusat Statistik)
- Pemerintah Daerah se-Provinsi Papua Pegunungan
Baca Juga: Tito Karnavian Minta Daerah Beri Insentif Pajak Kendaraan Listrik
Selain fokus pada kawasan timur, Kemendagri dan Kementerian PKP juga menggelar rapat khusus mengenai program gentengisasi. Inisiatif ini menjadi bagian dari implementasi visi Presiden Prabowo mengenai "Indonesia ASRI" (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) guna menggantikan penggunaan atap seng pada rumah warga secara bertahap.
"Salah satu poin 'indah' dalam Indonesia ASRI adalah mendorong agar rumah-rumah warga tidak sekadar menggunakan atap seng, melainkan beralih ke genteng," ujar Mendagri Tito Karnavian usai rapat.
Berdayakan Sentra UMKM Genteng di Jawa Barat
Program gentengisasi ini tidak hanya berfokus pada estetika dan kenyamanan hunian, tetapi juga dirancang untuk memicu multiplier effect bagi perekonomian daerah.
Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat serta Pemkab Majalengka dan Purwakarta sebagai sentra produksi genteng nasional.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemda Jabar, Majalengka, dan Purwakarta. Kita ingin mendukung UMKM lokal, namun tetap dengan pembinaan agar kualitas produk yang dihasilkan sesuai standar teknis," kata Maruarar.
Melalui integrasi program perumahan dan pemberdayaan industri lokal ini, pemerintah berharap kualitas hunian masyarakat meningkat seiring dengan bertumbuhnya ekosistem UMKM pengrajin genteng di berbagai daerah.
