Wali Kota Bekasi Rencana Ngantor di Kantor RW, Warga Nitip Masalah Kabel hingga Polisi Tidur

Selasa 29 Sep 2026, 16:53 WIB
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. (Sumber: Istimewa)
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. (Sumber: Istimewa)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Rencana Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, berkantor secara bergantian di kantor Rukun Warga (RW) menuai respons positif dari masyarakat.

Langkah efisiensi pelayanan publik tersebut dinilai menjadi angin segar agar pemerintah daerah dapat menyerap aspirasi secara langsung tanpa batasan birokrasi.

Salah satu tanggapan datang dari Ketua RW 09 Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Eko Mulyana. Ia mengetahui rencana inovatif tersebut melalui media sosial dan menilai program ini belum pernah diterapkan oleh pemimpin Kota Bekasi sebelumnya.

"Bagus, belum ada program wali kota seperti ini. Secara tidak langsung masyarakat akan merasa lebih dekat dengan kehadiran Pak Wali Kota," ujar Eko saat ditemui Poskota di Jatisampurna, Selasa, 29 September 2026.

Baca Juga: Jadwal Rampung JPO Stasiun Bekasi Terus Meleset, Pengguna Jalan Desak Pemkot Kejar Sesuai Target

Eko menceritakan, selama ini penyerapan aspirasi warga umumnya dilakukan melalui rapat resmi antar-instansi pemerintahan. Meski beberapa usulan warga seperti perbaikan drainase di jalan utama sudah terealisasi, kehadiran Wali Kota di tingkat RW diyakini bakal mempercepat penyelesaian masalah wilayah.

Jika wilayahnya mendapat giliran dikunjungi, Eko mengaku sudah menyiapkan poin evaluasi prioritas, terutama terkait pembenahan infrastruktur visual.

"Saya ingin menyampaikan persoalan kabel provider yang menjuntai di sepanjang jalan raya. Selain membahayakan, kondisinya sangat mengganggu estetika wilayah," tegasnya.

Baca Juga: Ajak Pelajar Ikut Aksi hingga Serukan Bawa Molotov, Pria di Bekasi Ditangkap

Aspirasi dari Isu Ekonomi hingga Keselamatan Anak

Tak hanya pengurus wilayah, warga umum juga menaruh harapan besar pada skema berkantor di RW ini. Ayu, salah satu warga RW 09, berharap ruang dialog langsung ini nantinya memicu program nyata yang menyasar peningkatkan daya beli masyarakat.

"Ekonomi makin susah. Harga bensin naik, bahan makanan juga ikut-ikutan mahal," tutur Ayu.

Sementara itu, isu keselamatan lingkungan menjadi sorotan Wati, warga Jatiraden lainnya. Ia mengeluhkan minimnya pembatas kecepatan di pemukiman padat penduduk yang membahayakan anak-anak.

"Di lingkungan sini belum ada polisi tidur. Pengendara sering melaju dengan kecepatan tinggi, padahal banyak anak kecil main," ungkap Wati.

Warga berharap rencana Tri Adhianto berkantor di tingkat RW bukan sekadar wacana atau formalitas belaka, melainkan benar-benar dimanfaatkan sebagai wadah mengeksekusi problem mendasar warga di level tapak. (M3)


Berita Terkait


News Update