Sementara itu, isu keselamatan lingkungan menjadi sorotan Wati, warga Jatiraden lainnya. Ia mengeluhkan minimnya pembatas kecepatan di pemukiman padat penduduk yang membahayakan anak-anak.
"Di lingkungan sini belum ada polisi tidur. Pengendara sering melaju dengan kecepatan tinggi, padahal banyak anak kecil main," ungkap Wati.
Warga berharap rencana Tri Adhianto berkantor di tingkat RW bukan sekadar wacana atau formalitas belaka, melainkan benar-benar dimanfaatkan sebagai wadah mengeksekusi problem mendasar warga di level tapak. (M3)
