JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Seorang penumpang pria di armada Transjakarta mengeluhkan tidak kebagian kursi ketika area khusus wanita cukup lenggang.
Dikutip Poskota dari Instagram @folkjog, Selasa, 29 September 2026, penumpang pria meminta wanita di kursi umum untuk bergeser ke area khusus perempuan yang sudah disediakan.
“MAKSUD GUA TUH YAAA... kalau lu tau lu cewek ya isi dulu gitu bagian depan. Yang pengen duduk tuh ga lu aja b**ak, pan gua gabisa duduk di area khusus cewek,” keluhnya dengan emot sedih.
Netizen lain juga sempat menanggapi unggahan Threads tersebut dan membagikan video yang menunjukan situasi dimana tempat duduk wanita terlihat lengang.
Baca Juga: Cara Pakai Qris Tap untuk Naik KRL, MRT, LRT dan Transjakarta
“Ini tadi vidio saya dr Pancoran menuju Grogol repormasi, dan ampir sama dengan topik mas di sini. Terkadang manusia itu harus punya kesadaran dan kalau bisa lebih ngertih,” tulis akun tersebut.
Tak sampai di situ, ada pula netizen yang menanyakan maksud dari penumpang wanita di Transjakarta yang memilih duduk di area umum ketika kursi khusus wanita masih kosong.
“Biar apa, serius bertanya? Sudah disediakan ruang khusus tpi hobby banget duduk di kursi belakang. Laki-laki yg harusnya bisa duduk, jadi berdiri gara2 egoisnya kalian. Hapus aja itu kursi khusus wanita, better jadi kursi prioritas aja,” usulnya sambil menandai akun @pt_transjakarta.
Penumpang Wanita Buka Suara: Dari Bawa Anak hingga Kursi Depan Sempat Penuh
Sontak, unggahan tersebut menuai beragam reaksi dari para pengguna transportasi umum wanita di kolom komentar.
Tak sedikit yang memberikan penjelasan terkait alasan logis mengapa mereka memilih duduk di area umum bagian belakang.
Beberapa penumpang wanita mengungkapkan pilihan tersebut kerap didasari pertimbangan kenyamanan dan kebutuhan praktis, seperti saat membawa anak atau keluarga.
“Mohon maaf ya bapak-bapak mas-mas semua, kalau Ig bawa anak aku duduknya di paling belakang, bukan sengaja tp krn aku bawa anak 2 jd biar duduk sendiri berjejeran trus mauny anakku jg duduk paling belakang karna tinggi katanya kalau bus gandeng. Maaf ya semua,” tulis akun @pup*****anh menjelaskan situasinya.
Selain faktor membawa anak, sebagian penumpang wanita seperti komentar dari @an**dewi** juga menjelaskan situasi di mana area khusus wanita sebenarnya sudah penuh saat mereka pertama kali naik, sehingga terpaksa duduk di area belakang.
Namun, seiring berjalannya rute bus, penumpang di area depan bertahap turun hingga terlihat lengang kembali.
Baca Juga: Perluas Integrasi Transportasi, Layanan Transjakarta Siap Hadir di Kepulauan Seribu pada 2027
Etika Penggunaan Fasilitas Transportasi Umum
Perdebatan ini menjadi pengingat pentingnya pemahaman etika serta kesadaran bersama saat menggunakan fasilitas publik, seperti armada Transjakarta.
Keberadaan area khusus wanita pada dasarnya dihadirkan pihak pengelola untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan ekstra bagi seluruh penumpang.
Berdasarkan panduan etika bertransportasi umum dari Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kemenhub dan Dinas Perhubungan, kenyamanan perjalanan dimulai dari sikap dan toleransi antar penumpang.
Beberapa etika penting yang perlu diperhatikan pengguna transportasi umum meliputi:
Duduk Sesuai Peruntukan dan Maksimalkan Area Khusus
Penumpang diimbau tidak duduk sembarangan dan memanfaatkan kursi sesuai alokasinya.
Bagi penumpang wanita, sangat disarankan mengutamakan pengisian tempat duduk di area khusus terlebih dahulu sebelum memilih area umum agar kapasitas bus terbagi secara adil bagi penumpang pria.
Prioritaskan Penumpang yang Lebih Membutuhkan
Kursi prioritas wajib diberikan kepada lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta ibu membawa anak.
Saling Menjaga Kenyamanan dan Bersikap Tertib
Mengantri saat naik dan turun dari bus, tidak mengganggu kenyamanan pengguna lain (seperti bersuara terlalu keras atau memakan ruang duduk berlebih), serta menjaga kebersihan bersama.
Baca Juga: Rute Transjakarta dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok Gunakan Angkutan Umum
Jika terjadi kendala atau ketidaknyamanan terkait penataan tempat duduk di dalam armada, penumpang disarankan tidak perlu berdebat secara mandiri.
Pengguna dapat langsung meminta bantuan kepada pramusapa atau petugas bus yang bertugas untuk memberikan imbauan secara bijak dan tertib demi kenyamanan perjalanan bersama.
Keluhan dapat disampaikan via Call Center Transjakarta di nomor 1500-102 atau saluran resmi pengaduan melalui media sosial (Direct Message). (m6)
