Jika melihat posturnya secara lebih sederhana, ada beberapa angka penting dalam APBN 2027 yang menjadi perhatian.
Pendapatan negara: Rp3.435,10 triliun.
Belanja negara: Rp4.106,26 triliun.
Defisit anggaran: Rp671,16 triliun atau 2,4 persen PDB.
Penerimaan pajak: Rp2.593,35 triliun.
Kepabeanan dan cukai: Rp318,6 triliun.
Belanja kementerian/lembaga: Rp1.556,89 triliun.
Belanja non-kementerian/lembaga: Rp1.814,36 triliun.
Pembiayaan anggaran: Rp671,16 triliun.
Selain angka tersebut, keseimbangan primer APBN 2027 masih berada dalam posisi defisit Rp20,85 triliun.
Sebelumnya, pemerintah dan Banggar DPR juga menyepakati sejumlah asumsi ekonomi makro untuk 2027, termasuk pertumbuhan ekonomi 6 persen, inflasi 2,5 persen, nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, serta harga minyak mentah Indonesia sebesar 75 dolar AS per barel.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Apakah Harga BBM Nonsubsidi Ikut Naik?
