Obrolan Warteg: Jangan Cepat Berpuas Diri dengan Tingginya Kepuasan Publik

Selasa 29 Sep 2026, 07:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Selasa, 29 September 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Selasa, 29 September 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjelang dua tahun pemerintahan sebesar 79,3 persen. Sementara tingkat kepercayaan masyarakat mencapai 82,1 persen.

Ini hasil survei Indonesia Network Election Survey (INES) sebagaimana disampaikan Direktur Eksekutif INES, Andri Gunawan, di Jakarta, Minggu, 27 September 2026.

Disebutkan, tingginya tingkat kepuasan dan kepercayaan tersebut turut tercermin dari penilaian masyarakat terhadap keberanian, ketegasan, serta kecepatan pemerintah dalam mengeksekusi program-program yang dinilai pro rakyat.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Tiadanya Kesadaran Etika dan Moral, Korupsi Kian Menjadi

“Itulah persepsi publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo yang patut kita apresiasi,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Terlihat tingkat kepercayaan dan tingkat kepuasan hampir selaras, meski terdapat selisih sekitar dua,” kata Yudi.

“Maknanya tingginya tingkat kepercayaan publik dijawab dengan kerja nyata melalui berbagai program pembangunan prorakyat yang digulirkan, dan hasilnya memberi kepuasan publik cukup tinggi. Itu pendapat saya sebagai rakyat kecil,” urai mas Bro.

“Yang repot, jika tingkat kepercayaan tinggi, tetapi kepuasan publik sangat rendah. Boleh dikatakan harapan tak sesuai kenyataan, sebaliknya jika kepercayaan landai, tetapi kepuasan tinggi, namanya kenyataan melebihi harapan,” kata Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Kasus Jampidsus Disorot Asing

“Kembali kepada hasil survei, tingginya tingkat kepuasaan dan kepercayaan publik, jangan lantas membuatnya cepat berpuas diri. Angka ini harus menjadikan motivasi untuk bekerja lebih giat dan keras lagi,” ujar mas Bro.

“Setuju Bro. Masih banyak persoalan yang harus diselesaikan, mulai dari pemerataan ekonomi, lapangan kerja, pendidikan, kesehatan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Heri.

“Tak terkecuali pemberantasan korupsi dan penataan kembali tata kelola kelembagaan, yang secara nyata telah menimbulkan masalah,” ujar Yudi.

“Kerja keras harus terus dilakukan, bukan hanya mempertahankan angka kepusan, jika perlu meningkatkan, meski mempertahankan angka lebih sulit,” kata mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem, Ada Apa?

“Terlebih hasil survei menunjukkan masih rendahnya kepuasaan kinerja pemerintah di sektor ekonomi, terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga kebutuhan pokok dan lesunya sektor ekonomi yang dirasakan masyarakat, juga masalah lapangan kerja,” kata Heri.

“Hasil survei menyebutkan lebih 50 persen responden mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan,” ujar Yudi.

“Ini pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan, terlebih soal kenaikan harga yang bisa memicu laju inflasi dan melemahnya daya beli masyarakat. Belum lagi bicara soal kesenjangan,” kata mas Bro.


Berita Terkait


News Update