JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebuah unggahan di media sosial mendadak viral usai menampilkan momen seorang pengemudi ojek online yang menemukan anak ayam hidup di dekat Gate A Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Anak ayam tersebut dikemas rapi dalam wadah mika transparan lengkap dengan kertas ucapan terima kasih, sehingga diduga kuat merupakan suvenir pernikahan yang sengaja ditinggalkan atau dibuang oleh salah satu tamu undangan.
Video temuan anak ayam tersebut langsung memicu rasa penasaran publik. Tanpa membutuhkan waktu lama, netizen bergerak cepat menelusuri identitas pemilik acara hingga terungkap bahwa suvenir itu berasal dari pernikahan pasangan Rangga dan Nunu yang diduga diselenggarakan pada Sabtu, 26 September 2026.
Terungkapnya identitas pengantin ini makin menyedot perhatian publik lantaran keduanya merupakan karyawan di butik milik desainer Ivan Gunawan, yang juga hadir langsung sebagai wali nikah.
Reaksi Netizen terhadap Suvenir Berisi Hewan Hidup
Terbongkarnya asal-usul suvenir tersebut memicu gelombang kritik pedas di berbagai platform media sosial. Netizen ramai-ramai mengutuk penggunaan makhluk hidup sebagai cenderamata dan menyertainya dengan tudingan penganiayaan hewan (animal abuse).
“Paling benci ada animal abuse, gak peduli gue dibilang berlebihan. Kita dan hewan sama-sama makhluk hidup, apa susahnya saling menyayangi sesama makhluk hidup?” tulis akun Threads @v****s******a, dikutip Poskota pada Senin, 28 September 2026.
Baca Juga: Viral Anak Ayam Diduga Souvenir Pernikahan Ditemukan Terlantar di Gate A MRT Lebak Bulus
Lebih lanjut, netizen juga sangat menyayangkan keputusan pasangan pengantin yang menjadikan makhluk hidup semata-mata sebagai suvenir demi mengejar kesan unik atau estetika acara semata.
Publik menilai kondisi fisik anak ayam pada usia tersebut masih terbilang sangat ringkih dan rawan terancam keselamatannya.
“Bayangin stresnya anak-anak ayam itu dari proses diambil, dikemas, dikirim, sampai dibawa tamu. Berapa jam coba mereka di dalam kotak gitu. Jahat banget,” tulis akun Threads @p******s, dikutip Poskota pada Senin, 28 September 2026.
Publik juga menyoroti nasib anak ayam pasca-resepsi. Tidak semua tamu punya kesiapan dan fasilitas untuk merawatnya hingga dewasa, sehingga berujung pada penelantaran seperti yang ditemukan di Stasiun MRT.
Klarifikasi dan Permohonan Maaf Pengantin
Maraknya kecaman dari netizen hingga terseretnya nama Ivan Gunawan akhirnya membuat pasangan pengantin, Rangga dan Nunu, menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka.
Melalui pernyataan yang diunggah ke akun media sosial, keduanya menegaskan bahwa ide membagikan suvenir anak ayam hidup murni merupakan keputusan pribadi mereka berdua, tanpa ada kaitannya dengan pihak lain yang hadir dalam pernikahan tersebut.
Rangga dan Nunu juga menegaskan bahwa niat awal mereka sebenarnya hanya ingin memberi kesempatan bagi anak-anak ayam dari pedagang jalanan agar mendapatkan perawatan yang lebih layak dari para tamu undangan. Niat tersebut diakui timbul tanpa mempertimbangkan risiko fisik dan dampak psikologis pada hewan tersebut.
Baca Juga: Heboh! Fenomena Ada Telur di Dalam Telur Viral, Warganet: Anak Ayamnya Kembar
“Ide ini berawal ketika kami mengetahui adanya anak-anak ayam yang dijual dan kemudian diberi warna/cat untuk menarik perhatian pembeli. Kami memilih mengambil sebagian dari mereka sebelum proses tersebut, dengan harapan mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk dirawat dengan lebih baik ... Namun, setelah melihat apa yang terjadi, kami sadar bahwa niat baik saja tidak cukup,” tulis Rangga dan Nunu dalam unggahan klarifikasinya di Instagram, dikutip Poskota pada Senin, 28 September 2026.
Guna menindaklanjuti kekhilafan tersebut, Rangga dan Nunu turut mengapresiasi masukan dari netizen. Bukan hanya sekadar menyampaikan permohonan maaf, pihak pengantin kini bersedia mengambil kembali anak-anak ayam tersebut dari para tamu yang merasa tidak mampu atau tidak memiliki fasilitas untuk merawatnya.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami sedang menghubungi kembali para penerima untuk memastikan kondisi setiap anak ayam. Bagi siapa pun yang ternyata tidak dapat merawatnya, kami siap mengambilnya kembali dan memastikan mereka mendapatkan perawatan yang semestinya,” lanjut Rangga dan Nunu.
(M7)
