Kemarau Cekik Peternak Bandung Barat, Dispernakan KBB Imbau Kelola Pakan Terencana

Selasa 29 Sep 2026, 11:10 WIB
Peternak sapi perah di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat, kesulitan dapat pakan hijauan di musim kemarau. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)
Peternak sapi perah di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat, kesulitan dapat pakan hijauan di musim kemarau. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

"Ketika ketersediaan hijauan menurun, peternak tidak hanya menghadapi persoalan jumlah pakan, tetapi juga kualitasnya. Hijauan yang terlalu tua atau mengalami kekeringan dapat memiliki nilai nutrisi yang berbeda dibandingkan hijauan dalam kondisi optimal," ujarnya.

Wiwin mengimbau peternak tidak menunggu sampai stok rumput benar-benar habis. Cadangan pakan harus disiapkan sejak musim penghujan.

"Kami mengimbau peternak untuk mulai menyiapkan cadangan pakan sejak sekarang dan tidak menunggu sampai kondisi hijauan benar-benar sulit diperoleh. Peternak dapat memanfaatkan sumber pakan lokal yang tersedia serta mengolahnya menjadi pakan awetan seperti silase atau hay," katanya.

Menurut Wiwin, KBB memiliki banyak sumber bahan pakan dari sektor pertanian dan sumber daya lokal yang bisa dimanfaatkan.

Beberapa di antaranya jerami padi, tebon jagung, limbah agroindustri, ampas tahu dan konsentrat.

Dinas juga akan memperkuat pemantauan kondisi pakan dan air di sentra peternakan melalui UPTD, BPP dan penyuluh.

"Kalau terjadi kekurangan pakan yang signifikan, dapat diketahui dan ditangani lebih awal," ujarnya.

Ke depan, Dinas akan memperkuat sosialisasi penyimpanan cadangan pakan pada musim penghujan sekaligus mengenalkan pakan alternatif yang sesuai kebutuhan ternak.

"Kita perlu membangun sistem ketahanan pakan ternak, sehingga cadangan pakan sudah tersedia sebelum memasuki periode kemarau," kata Wiwin.

Selain pakan, peternak juga diminta memastikan ketersediaan air minum yang cukup bagi ternak, terutama ketika suhu lingkungan tinggi dan curah hujan rendah.


Berita Terkait


News Update