Kemarau Cekik Peternak Bandung Barat, Dispernakan KBB Imbau Kelola Pakan Terencana

Selasa 29 Sep 2026, 11:10 WIB
Peternak sapi perah di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat, kesulitan dapat pakan hijauan di musim kemarau. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)
Peternak sapi perah di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat, kesulitan dapat pakan hijauan di musim kemarau. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

BANDUNG BARAT, POSKOTA.CO.ID - Kemarau panjang mulai mencekik peternak di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sejak Juni-Juli 2026 hingga memasuki puncak kemarau pada Agustus-September, ketersediaan hijauan pakan ternak terus menurun.

Kondisi paling terasa bagi peternak sapi, kambing dan domba yang masih mengandalkan rumput segar sebagai pakan utama.

Bahkan, sejumlah peternak terpaksa mengurangi pemberian hijauan hingga sekitar 50 persen. Sebagai gantinya, mereka menggunakan jerami padi kering, tebon jagung hingga pakan tambahan lainnya.

Di sisi lain, harga pakan ikut terdongkrak. Tebon jagung yang sebelumnya sekitar Rp800 per kilogram kini mencapai Rp900 per kilogram. Sedangkan rumput odot naik dari sekitar Rp750 menjadi Rp900 per kilogram.

Baca Juga: Peternakan Sapi Dago Dairy di Bandung Berhenti Beroperasi Usai Sulit Cari Pekerja Selama 2 Tahun

"Ketersediaan rumput semakin terbatas karena sebagian kebun rumput belum dikelola secara optimal dan masih terbatasnya peternak yang secara khusus menanam hijauan unggul," ujar peternak sapi asal Cisarua, Entang Sukandi, 46 tahun kepada Poskota, Selasa, 29 September 2026.

Menurut Entang, saat musim hujan peternak relatif mudah mendapatkan hijauan. Namun ketika kemarau berkepanjangan, rumput semakin sulit dicari.

Peternak bahkan harus berburu pakan hingga ke luar daerah seperti Subang, Purwakarta dan Sumedang.

"Kenaikan harga itu belum sepenuhnya menjamin ketersediaan karena produsen rumput juga menghadapi keterbatasan stok," katanya.

Baca Juga: Kandang Kambing Terbakar, Peternak di Pandeglang Rugi Rp350 Juta

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ribuan ternak ruminansia di KBB. Data sementara 2026 mencatat populasi sapi potong mencapai 5.960 ekor, sapi perah 26.717 ekor, kambing 14.744 ekor dan domba sebanyak 184.123 ekor.


Berita Terkait


News Update