Kemarau Cekik Peternak Bandung Barat, Dispernakan KBB Imbau Kelola Pakan Terencana

Selasa 29 Sep 2026, 11:10 WIB
Peternak sapi perah di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat, kesulitan dapat pakan hijauan di musim kemarau. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)
Peternak sapi perah di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat, kesulitan dapat pakan hijauan di musim kemarau. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Sapi potong tersebar di 16 kecamatan. Populasi terbesar berada di Cisarua sebanyak 2.046 ekor dan Lembang 1.464 ekor.

Sementara sapi perah tersebar di Lembang, Parongpong, Cisarua dan Ngamprah. Populasi terbesar berada di Lembang dengan 15.714 ekor.

Meski tekanan terhadap hijauan meningkat, produksi ternak secara umum masih relatif stabil. Peternak melakukan berbagai cara, antara lain menggunakan pakan alternatif dan meningkatkan pemberian konsentrat berprotein tinggi.

Baca Juga: Lapas Terbuka Ciangir Tangerang Latih Warga Binaan jadi Petani dan Peternak

Namun, langkah tersebut membuat biaya produksi ikut meningkat. Peternak juga harus memastikan pakan pengganti tetap memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

Gambaran sulitnya mendapatkan hijauan terlihat di Kelompok Tani Jaya Siliwangi, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua.

Kelompok tersebut mengelola sekitar 70 ekor sapi perah. Saat kemarau, produktivitas kebun rumput anjlok drastis dan diperkirakan hanya sekitar 30 persen dibandingkan musim hujan.

Untuk memenuhi kebutuhan ternak, peternak terpaksa mencari rumput ke daerah lain.

Baca Juga: BGN Tinjau SPPG Margomulyo, Serap Produk Petani dan Peternak Lokal dengan Harga Tinggi

Mereka juga membeli jerami padi kering serta menambah ampas tahu dan konsentrat sapi perah agar kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi.

Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Wiwin Aprianti, mengatakan, kemarau harus diantisipasi dengan pengelolaan pakan yang lebih terencana.


Berita Terkait


News Update