Dinkes Lebak Temukan 85 Kasus HIV/AIDS Sepanjang 2026, 3 Orang Meninggal Dunia

Selasa 29 Sep 2026, 17:02 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS. (Freepik/@freepik)
Ilustrasi HIV/AIDS. (Freepik/@freepik)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID – Dinkes Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 85 kasus positif HIV/AIDS ditemukan sepanjang tahun 2026. Dari total temuan tersebut, tiga penderita di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Tingginya mobilitas penduduk, masih terbukanya perilaku seksual berisiko, serta rendahnya pemahaman masyarakat terkait penularan menjadi faktor utama yang mendorong ditemukannya puluhan kasus ini di wilayah Kabupaten Lebak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lebak, dr. Nining Tilawah, menjelaskan bahwa dari total 85 kasus yang terdeteksi, sebanyak 17 kasus ditemukan pada kelompok yang mengidentifikasi diri sebagai LGBT.

Meski demikian, Nining menegaskan bahwa identitas kelompok tertentu tidak serta-merta menjadi penyebab utama penularan virus. Penularan HIV sangat bergantung pada perilaku seksual berisiko dan minimnya deteksi dini.

Baca Juga: Viral! Mimi Peri Blak-blakan soal Gaya Hidup 'Boti' dan Alasan Pilih 'Anak Kampung' Demi Hindari HIV/AIDS

"Infeksi HIV pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala sama sekali. Kondisi ini membuat seseorang tidak menyadari statusnya sehingga berpotensi terlambat mendapatkan penanganan medis," ujar Nining, Selasa, 29 September 2026.

Skrining VCT dan Edukasi Pelajar

Untuk menekan laju penularan, Dinkes Lebak bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Lebak gencar melakukan Voluntary Counseling and Testing (VCT) pada titik-titik yang dinilai rentan.

Selain skrining di lapangan, upaya preventif juga diarahkan pada generasi muda dan pelajar melalui program edukasi intensif. Dalam sosialisasi ini, Dinkes turut melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Beberapa poin utama yang difokuskan dalam program pencegahan meliputi:

Baca Juga: Kota Bogor Darurat HIV/AIDS? Semester Awal 2025 Tercatat Tambahan 100 Kasus Baru

  • Peningkatan jangkauan tes VCT di lokasi berisiko.
  • Penyuluhan bahaya dan pencegahan HIV/AIDS ke sekolah dan komunitas.
  • Memastikan masyarakat memahami cara penularan virus secara terukur dan rasional.

Tantangan terbesar penanganan HIV/AIDS di Lebak saat ini bukan sekadar menemukan kasus baru, melainkan memastikan seluruh penderita mendapatkan pengobatan secara berkelanjutan.

Setiap penderita yang terdiagnosis diwajibkan menjalani terapi Antiretroviral (ARV) secara konsisten dan tepat waktu. Ketersediaan stok obat ARV di Kabupaten Lebak saat ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Selain ketersediaan obat, Dinkes Lebak juga memperhatikan pemenuhan kebutuhan gizi serta pemberian makanan tambahan bagi penderita yang membutuhkan guna menjaga daya tahan tubuh mereka.

Baca Juga: Dinkes Pandeglang Sebut 377 Warga Terjangkit HIV/AIDS

Dengan masih ditemukannya kasus dan angka kematian sepanjang 2026, Dinkes Lebak memastikan pendampingan pasien, pemeriksaan rutin, dan pemantauan terapi pengobatan akan terus berlanjut tanpa terputus.

"Pemeriksaan, pengobatan, pendampingan, edukasi, serta upaya pencegahan terus dilakukan agar penularan HIV di Kabupaten Lebak dapat ditekan," tuturnya.


Berita Terkait


News Update