Penyebab Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Apa? Simak Kronologi dan Faktanya

Senin 28 Sep 2026, 13:43 WIB
Hamzah Batik Malioboro terbakar pada Senin dini hari, 28 September 2026. (Sumber: X/@joneshop)
Hamzah Batik Malioboro terbakar pada Senin dini hari, 28 September 2026. (Sumber: X/@joneshop)

POSKOTA.CO.ID - Kebakaran melanda bangunan Hamzah Batik yang berada di kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin dini hari, 28 September 2026.

Kobaran api muncul ketika kawasan Malioboro masih dalam suasana sepi dan kemudian membesar hingga membuat warga di sekitar lokasi panik.

Peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Api diketahui pertama kali muncul dari bagian lantai tiga bangunan Hamzah Batik.

Kebakaran Hamzah Batik Malioboro sendiri diketahui setelah warga di sekitar lokasi mendengar suara letupan dari arah bangunan.

Suara tersebut kemudian membuat warga melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan.

Saat dilakukan pemeriksaan, terlihat kobaran api sudah muncul di area dapur yang berada di lantai tiga.

Api yang muncul di bagian tersebut kemudian berkembang dan merembet ke bagian lain bangunan.

Informasi mengenai kebakaran kemudian diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran. Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Karena api berada di bangunan bertingkat dan terdapat potensi penyebaran ke bagian lain, penanganan dilakukan dengan mengerahkan sejumlah armada pemadam kebakaran.

Dalam proses pemadaman api, sekitar 12 kendaraan dikerahkan ke lokasi kebakaran.

Sebanyak kurang lebih 10 unit kendaraan pemadam kebakaran merupakan armada gabungan dari wilayah Kota Yogyakarta, Bantul, dan Sleman.

Selain armada pemadam kebakaran, penanganan juga mendapat dukungan dari unsur TNI-Polri.

Petugas menggunakan kendaraan taktis dengan water cannon untuk membantu menyemprotkan air ke bagian bangunan yang terbakar.

Pengerahan armada gabungan dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi kemungkinan api kembali membesar.

Petugas kemudian berjibaku memadamkan kobaran api dari sejumlah titik. Kondisi bangunan dan posisi sumber api menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan selama proses pemadaman berlangsung.

Setelah dilakukan pemadaman selama beberapa jam, kobaran api akhirnya dapat dikendalikan sekitar pukul 06.00 WIB.

Meski api utama telah berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Tahap berikutnya adalah melakukan proses pendinginan atau cooling down.

Lantas, bagaimana kronologi kebakaran Hamzah Batik Malioboro yang terjadi pada dini hari tersebut?

Berikut fakta kebakaran Hamzah Batik Malioboro yang terjadi pada Senin, 28 September 2026.

Baca Juga: Kebakaran Kampung Muka Ancol Hanguskan 20 Rumah, 143 Warga Mengungsi

Penyebab Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Apa?

Hingga informasi terakhir, penyebab pasti kebakaran Hamzah Batik Malioboro belum diketahui.

Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Namun, dugaan tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab pasti karena pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.

Polisi perlu memastikan sejumlah hal, termasuk lokasi atau titik awal munculnya api, kondisi instalasi listrik, serta faktor lain yang mungkin berkaitan dengan munculnya kebakaran.

Pemeriksaan diperlukan untuk memperoleh kesimpulan mengenai sumber api. Karena itu, dugaan korsleting listrik masih harus menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian untuk mengetahui secara pasti bagaimana kebakaran bermula.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah area dapur di lantai tiga, tempat api pertama kali diketahui muncul berdasarkan informasi awal dari warga.

Penyelidikan juga diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat faktor lain yang berkontribusi terhadap kebakaran.

Pemeriksaan terhadap kondisi bangunan dan instalasi yang berada di sekitar titik awal api menjadi bagian dari proses tersebut.

Baca Juga: Tanggap Kekeringan, SPPG Sindanglaya 2 Grojok Ribuan Liter Air Bersih untuk Warga di Pandeglang

Selain penyebab kebakaran, nilai kerugian akibat peristiwa tersebut juga belum dapat dipastikan. Manajemen Hamzah Batik belum menyampaikan angka kerugian secara pasti.

Perhitungan kemungkinan baru dapat dilakukan setelah kondisi bangunan memungkinkan untuk diperiksa secara menyeluruh.

Kerugian akibat kebakaran tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan.

Barang dagangan, peralatan, perlengkapan operasional, hingga bagian interior yang terdampak juga perlu diinventarisasi.

Karena proses tersebut membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, nilai kerugian belum dapat disimpulkan pada tahap awal penanganan kebakaran.

Di tengah kejadian tersebut, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat kebakaran Hamzah Batik Malioboro.

Kondisi tersebut menjadi salah satu informasi penting dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima dari pengurus wilayah, jumlah karyawan Hamzah Batik mencapai lebih dari 50 orang.

Namun, para pekerja tidak berada di dalam bangunan ketika kebakaran terjadi.


Berita Terkait


News Update