RAPBN 2027 Capai Rp4.106 Triliun, Pendidikan dan Perlindungan Sosial Jadi Prioritas

Sabtu 26 Sep 2026, 12:29 WIB
Ilustrasi pembahasan RAPBN 2027 antara pemerintah dan DPR RI dengan fokus pada alokasi belanja negara dan sejumlah program prioritas.(Sumber: DPR RI)
Ilustrasi pembahasan RAPBN 2027 antara pemerintah dan DPR RI dengan fokus pada alokasi belanja negara dan sejumlah program prioritas.(Sumber: DPR RI)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah: Rp61,10 triliun

Kementerian Keuangan: Rp49,8 triliun

Total pagu dari 10 instansi tersebut mencapai sekitar Rp1.133,58 triliun.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 September 2026 Stabil: Ukuran 23K Dijual Rp2 Jutaan per Gram

Defisit RAPBN 2027 Dipatok 2,4 Persen

Dari sisi penerimaan, pemerintah dan Banggar DPR menyepakati pendapatan negara sebesar Rp3.435,1 triliun. Dengan belanja Rp4.106,26 triliun, terdapat defisit sebesar Rp671,16 triliun atau sekitar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sejumlah asumsi ekonomi makro juga telah disepakati. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan 6 persen, inflasi 2,5 persen, dan nilai tukar rupiah berada pada asumsi Rp17.500 per dolar AS.

Selain itu, suku bunga SBN 10 tahun dipatok 6,9 persen, harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$75 per barel, lifting minyak bumi 612,5 ribu barel per hari, serta lifting gas bumi 954 ribu barel setara minyak per hari.

Seluruh rancangan tersebut masih menjadi bagian dari proses pembahasan APBN 2027. Tahap berikutnya dijadwalkan berlangsung dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 29 September 2026.


Berita Terkait


News Update