JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ribuan buruh dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPI) memenuhi Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis, 24 September 2026.
Massa buruh tiba sekitar pukul 12.59 WIB dengan berjalan kaki atau long march dari arah Semanggi ke kawasan Jalan Sudirman. Para demonstran tampak mengenakan kemeja berwarna biru secara serentak dan membawa atribut aksi.
“Selamat datang kami sampaikan kepada seluruh pejuang aspirasi rekan-rekan buruh serta seluruh elemen yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Kodim 051 Jakarta Pusat serta seluruh personel Polda Metro Jaya hadir di sini untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk rekan-rekan buruh,” kata petugas kepolisian di lokasi, Kamis, 24 September 2026.
Sebelum menyampaikan tuntutan, massa menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Setelah itu, Ketua Umum KSPSI AGN, Andi Gani Nena Wea, menyampaikan maksud dan tujuan aksi yang digelar hari ini.
Baca Juga: Antisipasi Demo 50 Ribu Buruh di Bundaran HI, Polisi Penyekat Akses Perbatasan Bogor-Jakarta
Andi Gani mengatakan aksi tersebut digelar untuk menunjukkan bahwa buruh masih mengawal pembahasan RUU Ketenagakerjaan. Ia berharap pemerintah dan DPR dapat mempertimbangkan tuntutan yang disampaikan para buruh.
Menurut Andinya, 12 orang membawa amanah dari 18 delegasi dan 157 federasi untuk bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan guna menyampaikan aspirasi buruh.
“Tadi kami sudah menyampaikan poin-poin penting yang menjadi aspirasi para buruh dan Kepala Staf Kepresidenan pun sudah mencatat apa yang sudah disampaikan,” ujarnya dalam orasi.
Sejumlah tuntutan yang disampaikan buruh, di antaranya memastikan aturan perlindungan dan ketenagakerjaan dapat lebih baik serta benar-benar melindungi buruh. Selain itu, massa meminta ruang gerak outsourcing dan kontrak magang dibatasi hanya untuk siswa dan mahasiswa.
Baca Juga: Kenapa Buruh Demo Hari Ini di Jakarta? Simak Daftar 11 Tuntutan yang Disampaikan
Buruh juga menuntut penambahan upah layak serta pemberian kompensasi pesangon.
Di tengah aksi, Andi menegaskan demonstrasi tersebut tidak berkaitan dengan upaya pemberontakan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo.
“Saya harus menepis kabar-kabar hoaks yang berseliweran kalau kami memberontak. Aksi hari ini damai, bahkan kami siap untuk mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo sampai 2029,” ucapnya.
Jika pemerintah dan DPR tidak serius mengawal aspirasi buruh, pihaknya akan kembali menggelar aksi dalam skala nasional dengan melibatkan sekitar 100 ribu buruh.
Aksi demonstrasi berlangsung sekitar satu jam. Massa kemudian menutup kegiatan dengan menyanyikan lagu nasional “Padamu Negeri” secara bersama-sama sebelum meninggalkan kawasan tersebut menuju daerah masing-masing dengan tertib.
Salah seorang peserta aksi, Ismiati Sarin yang merupakan perwakilan dari Gerakan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), berharap aksi tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperjuangkan hak-hak buruh.
“Saya berharap aksi ini dapat menjadi pintu awal untuk mensejahterakan buruh dan hal-hal yang krusial dapat diselesaikan, apalagi soal upah,” tuturnya. (M4)
