Hanyut di Pulau Enggano Bengkulu, 1 Jenazah ABK Kapal Jurnalis Teridentifikasi

Rabu 23 Sep 2026, 21:15 WIB
Jumpa pers penemuan jenazah ABK kapal rombongan jurnalis di Mapolda Banten, Kabupaten Serang, Rabu, 23 September 2026. (Sumber: Poskota/Rahmat Haryono)
Jumpa pers penemuan jenazah ABK kapal rombongan jurnalis di Mapolda Banten, Kabupaten Serang, Rabu, 23 September 2026. (Sumber: Poskota/Rahmat Haryono)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Teka-teki nasib ABK Kapal Arupadhatu 1 bernama Surakman, yang hilang kontak saat mengantar lima jurnalis meliput Gunung Anak Krakatau, akhirnya terungkap.

Jasad warga Carita, Kabupaten Pandeglang ini ditemukan mengambang di perairan Sawang Bengkok, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, mengonfirmasi bahwa kepastian identitas korban didapatkan usai pencocokan data medis antemortem dan postmortem oleh tim DVI Pusdokkes Polri.

"Berdasarkan hasil tes DNA DVI Pusdokkes Polri, jenazah Mr X di Enggano teridentifikasi secara genetis sebagai Surakman," kata Hengki di Mapolda Banten, Kabupaten Serang, Rabu, 23 September 2026.

Baca Juga: Polisi Pastikan Jenazah di Pulau Enggano Bagian Rombongan 5 Jurnalis yang Hilang

Rangkaian Operasi SAR 10 Hari Resmi Ditutup usai Temukan Sejumlah Item Kapal

Kapal Arupadhatu 1 sebelumnya hilang kontak sejak Selasa, 8 September 2026, usai membawa rombongan jurnalis meliput aktivitas erupsi di perairan Selat Sunda.

Selama 10 hari pencarian intensif di 11 sektor laut, tim gabungan yang mengerahkan 24 kapal berhasil menemukan benda-benda seperti life jacket, helm, hingga terpal milik kapal.

Kabasarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan operasi pencarian gabungan kini telah resmi dihentikan berdasarkan evaluasi teknis di lapangan.

"Operasi pencarian resmi dihentikan usai masa perpanjangan tiga hari tidak menemukan objek baru," kata Al Amrad.

Baca Juga: Viral Jurnalis Tewas Ditembak Saat Kampanye di Peru, Sempat Ungkap Ancaman

Lapor Jika Temukan Objek Kapal

Meski status operasi pencarian mandiri ditutup, Basarnas tetap memperkuat pemantauan pasif dengan menyebar imbauan di sepanjang pesisir pantai.

Pihaknya berkoordinasi erat dengan Kantor SAR Bengkulu, Lampung, serta para nelayan lokal guna mengantisipasi ditemukannya sisa objek maupun korban lainnya.

Pemkab Banten bersama jajaran kepolisian turut menyampaikan belasungkawa mendalam dan memfasilitasi proses pemulangan jenazah almarhum Surakman ke rumah duka.


Berita Terkait


News Update