JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Ratusan karyawan Club de Arjuna mendatangi Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026) pagi. Mereka mengadukan nasib setelah tempat usaha di Jakarta Barat tersebut ditutup dan membuat lebih dari 300 pekerja kehilangan pekerjaan selama tiga bulan.
Koordinator Karyawan Club de Arjuna, Venny Tresia, mengatakan kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta bantuan pemerintah dan aparat agar para pekerja dapat kembali bekerja.
“Tuntutannya supaya karyawan bisa kerja kembali. Sudah 3 bulan mereka tidak kerja. Anak istri mau makan, bagaimana? Siapa yang tanggung jawab?” kata Venny di Balai Kota DKI Jakarta, Senin.
Menurut Venny, aktivitas para pekerja terhenti setelah tempat usaha tersebut ditutup dan akses masuk ke lokasi ditembok. Ia menyebut penutupan terjadi setelah adanya kelompok massa yang masuk dan menduduki lokasi.
Baca Juga: Buruh Geruduk Balai Kota, Tolak UMP 2026 yang Dinilai Tak Sesuai KHL
“Awalnya mereka kerja di Club de Arjuna tenang-tenang saja, lalu ada massa masuk, menduduki, mereka (karyawan) disuruh keluar, ditembok, tidak boleh bekerja lagi,” ujarnya.
Venny menyebut lebih dari 300 pekerja yang kehilangan pekerjaan tersebut merupakan kepala keluarga. Karena itu, dampak penutupan disebut turut dirasakan oleh anggota keluarga para pekerja.
“Di sini ada lebih dari 300 tenaga kerja yang tidak kerja karena penutupan Club de Arjuna. 300 baru kepala keluarganya, bagaimana dengan anak, istri, berapa ratus orang? Mereka harus kerja apa?” tuturnya.
Dalam aksi tersebut, para pekerja membawa sejumlah aspirasi, di antaranya meminta pemerintah memperhatikan nasib mereka, membuka kembali akses tempat kerja, serta memastikan penyelesaian persoalan dilakukan melalui jalur hukum.
Baca Juga: Tekan Sampah Plastik, Pemkot Bekasi Luncurkan Spot Air Minum Ulang di Area Balai Kota
Venny mengatakan pihaknya meminta aparat terkait membantu membuka akses menuju lokasi agar para karyawan dapat kembali bekerja.
“Kami ke sini minta tolong kepada aparat terkait, contohnya terkait dengan tembok yang telah dibuat oleh ormas yang menutup akses pintu masuk, sehingga kami tidak dapat masuk dan bekerja,” katanya.
Ia menegaskan aksi tersebut dilakukan secara damai. Menurutnya, apabila terdapat persoalan kepemilikan maupun sengketa terkait tempat usaha, penyelesaiannya seharusnya ditempuh melalui mekanisme hukum.
“Kami melakukan aksi damai, kami tidak menyalahkan siapa pun, kami minta tolong. Minta tolong,” ujarnya.
Selain kepada Pemprov DKI Jakarta, para pekerja juga meminta kepolisian turun tangan membantu mencari penyelesaian persoalan tersebut.
“Tolong, kami butuh bantuan. Pak Polisi, tolong bantu mereka. Pak Polisi, tolong tegakkan keadilan. Kami tidak minta yang lain. Kalau ada masalah lain, silakan selesaikan melalui jalur hukum,” kata Venny.
Ia berharap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut sehingga tempat usaha dapat kembali beroperasi dan karyawan memperoleh pekerjaan.
“Ya harapannya Pak Gubernur bisa membantu membuka tembok itu dan tempat usaha kami dapat beroperasional kembali,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang karyawan, Salsa, mengaku sudah tiga tahun bekerja di Club de Arjuna. Namun sejak tempat kerjanya ditutup, ia tidak lagi memperoleh penghasilan selama tiga bulan terakhir.
“Tempat kami ditutup, Pak. Tolong bantu saya biar bisa dibuka segera, Pak,” kata Salsa.
Salsa mengatakan selama tiga bulan tidak bekerja, dirinya sama sekali tidak mendapatkan penghasilan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarganya kini mengandalkan penghasilan sang ayah yang bekerja sebagai pengemudi ojek.
“Udah 3 bulan, Pak, saya gak kerja, Pak. Gak ada sama sekali penghasilan, saya gak kerja. Saya juga butuh nafkah buat keluarga saya, Pak,” ujarnya.
Ia mengaku sempat mencari pekerjaan lain dengan mengajukan sejumlah lamaran. Namun, hingga kini belum mendapat panggilan kerja.
“Sempet sih, cuman kan zaman sekarang nyari kerja susah, Pak. Malah pekerjaan saya ditutup. Saya mau nyari kerja di mana lagi, Pak?” katanya.
Karena itu, Salsa berharap tempat kerjanya dapat kembali dibuka sehingga dirinya dan ratusan karyawan lainnya bisa kembali bekerja.
“Semoga kembali bisa kerja, biar kami bisa menafkahi keluarga kita masing-masing. Jadi kami mau tempat ini dibuka lagi biar kami bisa kerja lagi,” ucapnya.
