POSKOTA.CO.ID — Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman–Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) mendorong Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk tetap menjaga keseimbangan antara target penerimaan negara dan keberlanjutan lapangan kerja.
Mereka menilai menilai kebijakan fiskal, khususnya terkait perpajakan dan cukai, memegang peran penting dalam menentukan nasib jutaan buruh di sektor padat karya.
Merespons dinamika pergantian pucuk pimpinan di Kementerian Keuangan, FSP RTMM-SPSI memberikan apresiasi atas fondasi yang telah dibangun Menkeu terdahulu, Purbaya Yudhi Sadewa. Federasi berharap Suahasil Nazara dapat mempertahankan stabilitas regulasi yang selama ini menjaga iklim usaha di sektor rokok, tembakau, makanan, dan minuman.
"Kami berharap Pak Suahasil dapat memastikan kebijakan fiskal ke depan tidak hanya berorientasi pada penerimaan negara, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan industri dan kepastian kerja," bunyi keterangan resmi FSP RTMM-SPSI.
Baca Juga: Purbaya Serahkan Jabatan Menkeu ke Suahasil Pagi Hari Ini
Federasi menekankan bahwa industri rokok dan makanan-minuman memiliki rantai pasok yang sangat luas di berbagai daerah. Kebijakan yang terlalu menekan sektor ini dikhawatirkan memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menggoyang daya beli masyarakat.
Oleh karena itu, kepastian regulasi terkait cukai dan pajak menjadi harga mati bagi pelaku usaha untuk menyusun rencana bisnis jangka panjang serta mempertahankan kegiatan produksi.
"Penguatan penerimaan negara dan perlindungan tenaga kerja bukan merupakan dua kepentingan yang harus dipertentangkan. Jika industri dapat tumbuh secara berkelanjutan dan lapangan kerja terjaga, maka aktivitas ekonomi serta basis penerimaan negara otomatis berkembang," tegas federasi tersebut.
FSP RTMM-SPSI berharap Kemenkeu di bawah kepemimpinan Suahasil tetap mengedepankan prinsip kepastian usaha demi kelangsungan APBN sekaligus menjaga kestabilan ekonomi nasional.
