Obrolan Warteg: Pepatah Indonesia Kian Mendunia

Senin 14 Sep 2026, 08:00 WIB
Obrolan warteg edisi hari ini, Senin, 14 September 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Obrolan warteg edisi hari ini, Senin, 14 September 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

“Jadi persatuan sejati akan terwujud, jika meninggalkan ego kekuasaan dan jabatan. Ego status sosial dan ekonominya,” kata Heri.

“Kalau masih mempertahankan ‘keakuannya’ mempertahankan egonya, persatuan yang diabngun hanya di tataran kebijakan, di atas kertas, tetapi rohnya hilang,” ujar mas Bro.

“Tapi kita kan perlu menghargai pejabat, memposisikan tempat duduknya agar terhormat?,” kata Yudi.

“Loh, pejabat yang merakyat itu harus duduk bersama-sama dengan rakyat, bukan malah menjauh dari rakyat. Bagaimana mau mendengar denyut nadi rakyat, jika duduknya jauh dan lebih tinggi dari rakyat,” kata Heri.

“Lagi pula menjadi pejabat publik itu karena amanah rakyat. Mestinya yang memberikan amanah itu posisinya lebih tinggi dari yang diberi amanah,” kata mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Tiada Kekuasaan Tanpa Batas

“Maksudnya gimana Bro?” tanya Yudi.

“Memposiisikan rakyat lebih tinggi, artinya kepentingan rakyat adalah yang utama. Bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan dirinya, dan keluarganya, dan kerabatnya,” tutur mas Bro.


Berita Terkait


News Update