POSKOTA.CO.ID - Pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 12 September 2026, menjadi salah satu duel yang paling dinantikan pecinta sepak bola Indonesia.
Bukan hanya soal tiga poin, pertemuan dua klub dengan rivalitas panjang ini juga membawa perhatian lain, yakni keamanan dan ketertiban suporter. Apalagi, laga Persija kontra Persib kembali digelar di Jakarta setelah sekitar tujuh tahun.
Menjelang pertandingan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pesan khusus kepada The Jakmania. Ia berharap suporter Persija bisa memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan tanpa mengesampingkan perdamaian.
Baca Juga: Lowongan Kerja Transjakarta Buka Posisi Pramudi Bus, Lulusan SMA Bisa Daftar
Pesan Pramono Anung untuk Jakmania Jelang Persija vs Persib
Pesan tersebut disampaikan Pramono melalui unggahan di akun Instagram miliknya. Ia menilai kembalinya pertandingan Persija melawan Persib ke Jakarta merupakan kepercayaan yang perlu dijaga bersama.
Dalam unggahannya, Pramono mengingatkan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif, baik di dalam maupun di luar stadion.
“Pertandingan Persija vs Persib pertama di Jakarta setelah 7 tahun lamanya. Bismillah, semoga kepercayaan dan amanah ini dapat dijaga Jakmania dengan menjaga ketertiban dan perdamaian,” tulis Pramono.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polda yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung kelancaran agenda tersebut.
“Terima kasih kepada jajaran TNI/Polda yang bekerja sama dengan Pemerintah Jakarta untuk kelancaran dan keamanan agenda ini. Jakarta adalah rumah bagi semua. Mari bersama-sama,” lanjutnya.
Rivalitas Persija dan Persib Harus Tetap Sportif
Pertemuan Persija Jakarta vs Persib Bandung memang selalu memiliki daya tarik tersendiri. Persaingan kedua klub telah berlangsung panjang dan menghadirkan atmosfer berbeda dibandingkan pertandingan biasa.
Namun, tingginya tensi pertandingan juga membuat aspek keamanan menjadi perhatian. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan perlu memastikan seluruh rangkaian laga berjalan tertib.
Bagi Pramono, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat. Suporter juga memiliki peran penting dalam menciptakan suasana pertandingan yang aman.
Ia pun menyinggung rivalitas kedua klub agar tidak berkembang menjadi konflik antarsuporter.
“Rivalitas antara Persija dan Persib Bandung adalah rivalitas pertandingan sepak bola. Setelah pertandingan (antarsesama suporter) harus tetap menjadi saudara, sahabat,” pungkasnya.
Pesan ini terasa relevan karena pertandingan sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menunjukkan kecintaan terhadap klub, bukan alasan untuk menghilangkan rasa saling menghormati.
Dukungan Suporter Tetap Jadi Bagian Penting
1. Jakmania Bisa Berikan Dukungan Penuh
Kembalinya Persija menjamu Persib di Jakarta menjadi kesempatan bagi The Jakmania untuk memeriahkan laga dengan dukungan dari tribun. Sorakan dan semangat suporter tentu menjadi bagian dari atmosfer pertandingan.
2. Ketertiban Perlu Dijaga Bersama
Antusiasme tinggi tetap perlu diimbangi sikap tertib. Dukungan kepada tim bisa disampaikan tanpa mengganggu keamanan penonton lain maupun masyarakat sekitar stadion.
3. Persaingan Berakhir Setelah Peluit Panjang
Perbedaan klub yang didukung tidak seharusnya merusak hubungan sosial. Persaingan di lapangan dapat tetap berlangsung sengit, sementara persaudaraan di luar pertandingan tetap dijaga.
Baca Juga: Cek Jalur Alternatif dan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar GBK saat Persija vs Persib Hari Ini
Persija vs Persib di Jakarta Jadi Ujian Rivalitas Sehat
Duel Persija Jakarta vs Persib Bandung di SUGBK pada Sabtu, 12 September 2026, bukan sekadar pertandingan untuk meraih hasil terbaik. Laga ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa rivalitas sepak bola bisa berjalan bersama dengan sportivitas.
Pesan Pramono Anung kepada Jakmania menegaskan bahwa dukungan suporter memiliki arti penting bagi sebuah pertandingan. Namun, keamanan, perdamaian, dan persaudaraan tetap harus menjadi bagian dari semangat olahraga.
Dengan kerja sama pemerintah, aparat keamanan, klub, panitia, dan suporter, laga klasik ini diharapkan dapat berlangsung lancar hingga peluit panjang berbunyi.
