17.800 Personel Gabungan Bakal Amankan Laga Persija vs Persib di GBK

Jumat 11 Sep 2026, 21:45 WIB
Sebanyak 17.800 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalannya pertandingan Persija vs Persib Bandung di SUGBK, Sabtu, 12 September 2026. (Sumber: Instagram/@feed.persija)
Sebanyak 17.800 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalannya pertandingan Persija vs Persib Bandung di SUGBK, Sabtu, 12 September 2026. (Sumber: Instagram/@feed.persija)

POSKOTA.CO.ID - Jelang laga Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta pada Sabtu, 12 September 2026, belasan ribu personel gabungan dikerahkan.

Total ada sebanyak 17.800 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, serta unsur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Belasan ribu personel gabungan ini dikerahkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi selama pertandingan berlangsung.

Sebagai informasi, setelah tujuh tahun lamanya, duel antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung untuk pertama kalinya kembali digelar di SUGBK.

Baca Juga: Persija vs Persib di SUGBK, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Pengamanan Ketat

Untuk mengamankan jalannya pertandingan, pihak kepolisian bersama sejumlah aparat lainnya disiagakan di sekitar lokasi esok hari.

"Dalam kegiatan pengamanan pertandingan antara Persija melawan Persib, jajaran Polda Metro bersama Kodam Jaya dan unsur dari Pemprov DKI melaksanakan kegiatan pengamanan dengan jumlah 17.800 personel," kata Wakapolda Metro Jaya, Irjen Dekananto Eko Purwono.

Aparat Lakukan Penyekatan di  Wilayah Perbatasan

Lebih lanjut, Dekananto mengungkapkan bahwa pengamanan juga dilakukan dengan melakukan penyekatan di sejumlah wilayah perbatasan.

"Kami juga bekerja sama dengan Polda Jabar dan Polda Banten untuk melakukan kegiatan penyekatan sebagai bentuk preventif atau antisipasi," ujarnya.

Baca Juga: 9 Lokasi Parkir di GBK untuk Motor dan Mobil, Simak Daftarnya

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kedatangan suporter Persib Bandung ke Jakarta. Pasalnya, berdasarkan ketentuan FIFA, penyelenggara I League, dan Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta, suporter tamu dilarang hadir ke lokasi pertandingan guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

"Sesuai dengan regulasi FIFA, dalam pertandingan ini suporter dari Persib dilarang untuk hadir di GBK," ucapnya.

Penyekatan ini dilakukan di tiga titik wilayah, yakni di Tangerang Kotak Karawang, dan juga Bogor. Dekananto menjelaskan, ketiga wilayah tersebut merupakan jalur yang menjadi akses utama ke Jakarta.

"Untuk lokasi penyekatan ada di wilayah Tangerang Kota karena berbatasan dengan Banten. Kemudian ada di wilayah Karawang yang berbatasan dengan Bekasi, serta Bogor yang berbatasan dengan Depok. Di lokasi-lokasi itulah kami lakukan penyekatan," jelasnya.

Baca Juga: Jalan Mana Saja yang Dialihkan Saat Persija vs Persib di SUGBK? Cek Rute Alternatif Sabtu 12 September 2026

Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Sementara itu, laga antara Persija vs Persib Bandung yang berlangsung di GBK diprediksi berpotensi menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi pertandingan.

Oleh karenanya, Polda Metro Jaya menerapkan skema rekayasa lalu lintas bersifat situasional untuk mengantisipasi kemacetan. Kebijakan ini nantinya bakal diterapkan dengan menyesuaikan kondisi volume kendaraan di lapangan.

Polda Metro Jaya pun mengimbau masyarakat yang hendak melintasi kawasan GBK untuk mematuhi aturan lalu lintas dan juga pengaturan yang dilakukan polisi.

Supaya terhindar dari kemacetan, pengendara diminta menghindari Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Gatot Subroto, Jalan Gelora hingga Jalan Asia Afrika, dan Pintu Satu Senayan karena berpotensi mengalami kepadatan arus lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Firman Darmansyah juga mengimbau para penonton yang ingin menyaksikan pertandingan untuk datang menggunakan transportasi umum, seperti Transjakarta hingga MRT.

“Masyarakat yang akan menuju lokasi pertandingan diimbau mengutamakan penggunaan transportasi umum untuk mengurangi kepadatan dan mempermudah mobilitas,” kata Firman.


Berita Terkait


News Update