Grup Djarum Resmi Kuasai Media Narasi, Siapa Pemiliknya? Ini Sosok di Balik Gurita Bisnis Besar

Kamis 10 Sep 2026, 12:19 WIB
Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu tokoh utama di balik perjalanan panjang bisnis keluarga Hartono dan Grup Djarum. (Sumber: Wilkipedia)
Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu tokoh utama di balik perjalanan panjang bisnis keluarga Hartono dan Grup Djarum. (Sumber: Wilkipedia)

Perkembangan bisnis keluarga Hartono kemudian bergerak semakin jauh dari sektor konvensional. Melalui GDP Venture dan berbagai kendaraan investasinya, keluarga ini membangun portofolio di sektor digital.

Langkah terbaru yang mencuri perhatian adalah pengambilalihan PT Narasi Citra Sahwahita, perusahaan yang menaungi media digital Narasi.

Pengambilalihan tersebut dilakukan melalui PT Global Digital International (GDI), entitas investasi di bawah GDP Venture. Prosesnya telah memperoleh persetujuan seluruh pemegang saham dan diberitahukan kepada Menteri Hukum Republik Indonesia pada 2 September 2026.

“Pengambilalihan tersebut telah mendapat persetujuan dari seluruh pemegang saham perseroan,” demikian keterangan dalam pengumuman perusahaan.

Nilai transaksi dan rincian jumlah saham yang dialihkan belum diumumkan. Berdasarkan laporan DealStreetAsia, dokumen korporasi mencatat GDI menguasai 6.910 dari 6.911 saham Narasi Citra Sahwahita atau sekitar 99,99 persen.

Baca Juga: Loker DAMRI Terbaru 2026 Buka 2 Posisi Staf, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Gurita Bisnis yang Terus Beradaptasi

Jika ditarik ke belakang, perjalanan Michael Bambang Hartono menunjukkan bagaimana bisnis keluarga dapat berkembang melalui diversifikasi. Djarum menjadi fondasi awal, kemudian meluas ke perbankan, properti, elektronik hingga ekosistem digital.

Kini, setelah Michael meninggal dunia, perhatian bukan hanya tertuju pada besarnya warisan bisnis yang ditinggalkan, tetapi juga bagaimana keluarga Hartono melanjutkan ekspansi tersebut.

Akuisisi perusahaan di balik Narasi memperlihatkan satu hal: bisnis keluarga Hartono tidak berhenti pada sektor yang telah mereka kuasai selama puluhan tahun. Mereka juga mulai memperkuat posisi di industri yang sangat dekat dengan perubahan perilaku masyarakat, yakni media dan ekonomi digital.

Foto sederhana Michael saat menikmati makanan di warung mungkin terlihat sebagai potret kecil. Tetapi di balik sosok tersebut terdapat perjalanan panjang membangun salah satu kelompok bisnis terbesar di Indonesia.


Berita Terkait


News Update