Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi Lagi Hari Ini 7 September 2026? Ini Penjelasan PVMBG

Senin 07 Sep 2026, 08:47 WIB
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang sempat berhenti masih berpotensi kembali terjadi dan saat ini statusnya tetap berada di level III atau siaga. (Sumber: Dok. PVMBG)
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang sempat berhenti masih berpotensi kembali terjadi dan saat ini statusnya tetap berada di level III atau siaga. (Sumber: Dok. PVMBG)

POSKOTA.CO.ID - Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda mengalami erupsi sejak Jumat, 4 September 2026. Erupsi ini masih terus berlanjut hingga Sabtu, 5 September dan Minggu 6 September 2026 pagi hari yang membuat statusnya naik ke level III atau siaga.

Erupsi yang berlangsung terus menerus ini bahkan menyebabkan abu vulkanik yang dilontarkan sampai ke wilayah Lampung, DKI Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat.

Berdasarkan sejumlah rekaman video yang beredar luas di media sosial, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau membuat bagian depan rumah hingga kendaraan milik masyarakat tertutup abu.

Baca Juga: PJJ di Jakarta Sampai Tanggal Berapa? Simak Informasi Jadwal Sekolah dari Rumah

Tak hanya itu, sejumlah penerbangan di Bandara Soekarno Hatta maupun beberapa bandara lainnya, baik di dalam maupun ke luar negeri dibatalkan sebagai upaya menjaga keselamatan penumpang.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta juga telah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah di ibu kota demi menjaga anak-anak terkena paparan abu vulkanik.

Lantas, apakah Gunung Anak Krakatau masih erupsi lagi pada hari ini?

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi?

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM sebelumnya mengumumkan bahwa erupsi gunung Anak Karakatau yang sudah berlangsung sekitar 25 jam akhirnya berhenti.

Meski aktivitas vulkaniknya mengalami penurunan, namun statusnya masih berada di level III dan tetap berpotensi mengalami erupsi susulan.

Baca Juga: Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov Jakarta Berlakukan KBM Jarak Jauh Mulai 7 September

Pada Minggu, 6 September 2026 malam pukul 20.23 WIB, Anak Karakatau kembali erupsi dengan amplitudo maksimum 58 milimeter dan berlangsung selama 44 detik.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 20:23 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 58 mm dan durasi 44 detik," k Badan Geologi melalui akun X @badangeologi.

Sementara itu, pada Senin, 7 September 2026 pagi hari aktivitas letusan Anak Karakatau disebut masih terjadi, namun letusannya mulai mengecil jika dibandingkan dengan erupsi sebelumnya.

PVMBG pun terus berupaya melakukan pemantauan penuh selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi bahaya dan erupsi yang kembali terjadi dengan skala yang lebih besar.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkab Pandeglang Pertimbangkan Liburkan Sekolah

Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Meski erupsi Gunung Anak Krakatau mulai melemah, namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena abu vulkanik akibat ketuasn masih bertebaran.

BBMKG Wilayah II menuturkan, sebaran abu vulkanik dapat berakibat buruk bagi masyarakat karena bisa menurunkan kualitas udara hingga mempengaruhi kondisi kesehatan.

"Masih terdapat sebaran Abu vulkanik yang menurunkan kualitas udara dan jarak pandang, serta pada ketinggian tertentu dapat mengganggu penerbangan," isi pernyataan terbaru BBMKG Wilayah II.

Berdasarkan pantauan citra sebaran yang dirilis pukul 05.00 WIB, abu bergerak menjauhi gunung ke arah tenggara hingga barat laut yang mencakup sejumlah wilayah di sekitarnya, mulai dari Banten, sebagian Jakarta, Lampung, hingga Jawa Barat.


Berita Terkait


News Update