“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi abu vulkanik akibat aktivitas Anak Gunung Krakatau,” tulis BPBD Banten melalui akun resminya, Minggu (6/9/2026).
Beberapa langkah sederhana yang dianjurkan kepada masyarakat antara lain:
- Menggunakan masker dan pelindung mata ketika abu vulkanik mulai turun.
- Menutup pintu dan jendela untuk mengurangi abu masuk ke dalam rumah.
- Membersihkan tubuh dan pakaian setelah terpapar abu.
- Mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi abu berlangsung.
- Menghindari berkendara apabila abu membuat jarak pandang terganggu.
BPBD menjelaskan, abu vulkanik memiliki partikel sangat halus yang dapat mengganggu saluran pernapasan, mata, dan kulit. Material tersebut juga berpotensi mengganggu jarak pandang serta mencemari lingkungan dan sumber air.
Baca Juga: Siapa Penulis Buku Islam ala Prabowo? Kini Kembali Viral di Media Sosial
Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga
Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat, wisatawan, dan pengunjung diminta tidak mendekati kawasan gunung api maupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Erupsi Gunung Anak Krakatau tercatat berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut diinterpretasikan sebagai lava fountain atau fenomena lava yang menyembur seperti air mancur.
Masyarakat disarankan mengikuti informasi dari PVMBG, BMKG, BPBD, dan instansi resmi lainnya. Informasi mengenai arah abu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi angin sehingga pembaruan resmi menjadi rujukan yang paling aman.
