Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Abu Vulkanik Tipis Mulai Guyur Wilayah Depok-Bogor

Minggu 06 Sep 2026, 10:41 WIB
Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau. (Sumber: Pixabay/Wolfgang_Hasselmann)
Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau. (Sumber: Pixabay/Wolfgang_Hasselmann)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Sabtu, 5 September 2026, malam WIB, dilaporkan berdampak hingga ke wilayah Jabodetabek. Sejumlah warga di Kota Depok dan Kabupaten Bogor mendapati endapan debu halus yang diduga kuat merupakan abu vulkanik menempel di kendaraan serta pelataran rumah mereka, Minggu, 6 September 2026.

Fenomena tersebut memicu keresahan warga terkait potensi gangguan kesehatan, khususnya risiko penyakit saluran pernapasan akut (ISPA).

Dewo Yogisworo, 54 tahun, warga Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, mendapati lapisan debu kehitaman yang teksturnya menyerupai pasir halus menutupi bodi mobilnya sekitar pukul 04.09 WIB.

"Saat keluar rumah mau melihat di parkiran mobil terdapat debu di body mobil diduga abu vulkanik gitu ya," kata Yogi, Minggu, 6 September 2026.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Minggu Pagi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Hingga kini, Yogi belum merasakan dampak erupsi terhadap kesehatan. Namun, ia tetap khawatir letusan Gunung Anak Krakatau bisa berdampak lebih luas dalam waktu dekat.

"Jika intensitasnya naik, khawatir lebih pekat dan bisa menganggu pernafasan. Meski sudah ada keluar imbauan surat peringatan di media sosial terhadap abu vulkanik ini ada imbauan menjaga kesehatan dan imbauan menggunakan masker jika mau keluar rumah," ujarnya.

Sebaran Debu Terdeteksi Hingga ke Cimanggu Bogor

Menurutnya, kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan pemukiman lain, seperti di Bumi Cimanggu City, Kota Bogor.

Meskipun aroma belerang belum tercium menyengat, warga memilih bertindak waspada dengan kembali mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Ini 5 Cara Aman Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

Hingga Minggu pagi, belum ada laporan resmi tetang warga yang mengalami keluhan sesak napas berat di area pemukiman tersebut.

Kendati demikian, imbauan kewaspadaan telah menyebar di jejaring media sosial guna mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan serta selalu menggunakan alat pelindung diri.


Berita Terkait


News Update