Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar perlu diwaspadai di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Beberapa jalur yang menjadi perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Masyarakat juga perlu memperhatikan sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan karena dapat menjadi jalur aliran lahar.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Ini 5 Cara Aman Melindungi Diri dari Abu Vulkanik
Masyarakat Diminta Tidak Mengabaikan Rekomendasi
Erupsi Gunung Semeru tidak selalu hanya berkaitan dengan abu vulkanik yang terlihat dari kejauhan. Material vulkanik, awan panas, guguran lava, maupun lahar dapat mengikuti jalur tertentu dan menimbulkan risiko bagi masyarakat di kawasan yang dilalui.
Karena itu, rekomendasi Badan Geologi menjadi acuan penting bagi warga maupun pendaki untuk menentukan aktivitas di sekitar Gunung Semeru.
Masyarakat yang berada di kawasan rawan juga disarankan terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung api. Dengan memahami batas kawasan berbahaya dan menghindari jalur yang telah diperingatkan, risiko terdampak erupsi dapat ditekan.
Untuk sementara, keselamatan tetap menjadi prioritas. Jangan memaksakan aktivitas di kawasan yang sudah masuk dalam rekomendasi larangan, meskipun kondisi di lapangan terlihat tenang.
