POSKOTA.CO.ID – Hujan tidak hanya membuat jalan licin, tetapi juga dapat mengurangi visibilitas pengemudi. Air, kabut, maupun kaca depan yang kotor bisa membuat kendaraan, marka jalan, serta objek di sekitar lebih sulit terlihat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1,16 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia. Kondisi ini menunjukkan keselamatan berkendara membutuhkan kesiapan pengemudi, kendaraan, infrastruktur, dan lingkungan secara bersamaan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Aan Suhanan, melalui Kasubdit Uji Kendaraan Bermotor Kemenhub RI, Heri Prabowo, mengungkapkan bahwa keselamatan kendaraan harus dijaga sepanjang siklus hidupnya, bukan hanya saat dinyatakan laik jalan.
"Keselamatan jalan bertumpu pada tiga hal, yakni kendaraan yang laik, pengemudi yang kompeten, serta infrastruktur dan ekosistem yang mendukung," ujar Heri dalam diskusi memperingati 100 tahun inovasi wiper Bosch di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Tahun 2022 Bosch Mulai Produksi ABS Sepeda Motor di Thailand
Sementara itu, pengamat otomotif ITB, Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan visibilitas menjadi faktor penting karena sebagian besar keputusan pengemudi bergantung pada informasi visual. Menurutnya, hujan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lebih dari 31 persen, sementara kaca yang kotor atau tidak tersapu optimal dapat memperlambat pengemudi dalam mendeteksi bahaya.
Karena itu, kondisi wiper perlu menjadi perhatian. Country Sales Director Bosch Mobility Aftermarket, Griselda Iwandi, menyarankan wiper diperiksa secara berkala dan idealnya diganti setiap enam bulan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi penggunaan.
“Idealnya, wiper diganti setiap enam bulan. Pengemudi tidak perlu menunggu sampai wiper berhenti berfungsi. Ketika hasil sapuannya mulai menurun, itu sudah menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan dan penggantian,” kata Griselda.
Selain kondisi karet, kesesuaian produk, pemasangan, dan keaslian wiper juga menentukan kinerjanya. Konsumen pun disarankan memilih produk melalui kanal terpercaya.
Baca Juga: Bosch Perkenalkan Inovasi ADAS dan eAxle di Mobility Live 2025
100 Tahun Inovasi Wiper Bosch
Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger, menegaskan teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi manusia melalui prinsip Invented for Life.
Tahun 2026 menandai 100 tahun teknologi wiper Bosch, yang terus dikembangkan untuk membantu pengemudi menjaga visibilitas dalam berbagai kondisi.
Bosch juga menjalankan inisiatif Care for Sight bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) dengan memberikan kontribusi wiper untuk mendukung kendaraan ambulans.
Menurut Griselda, kontribusi tersebut adalah bagian dari komitmen Bosch dalam meningkatkan kesadaran bahwa kesiapan kendaraan adalah bagian dari ekosistem keselamatan yang lebih luas.
Pada akhirnya, menjaga visibilitas bukan hanya sekadar soal mengganti wiper. Pemeriksaan rutin, penggunaan komponen yang sesuai, dan menjaga kebersihan kaca menjadi kebiasaan sederhana yang dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih aman.
