POSKOTA.CO.ID - Sosok Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalimantan Tengah (Kalteng) Muhammad Reza Prabowo tengah menjadi sorotan usai menentang libur sekolah karena Makan Bergizi Gratis (MBG).
Potongan video tersebut ramai diperbincangkan setelah memperlihatkan Reza menyampaikan pandangannya mengenai kebijakan kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam rekaman yang beredar, Reza terlihat mengikuti rapat secara daring bersama sejumlah kepala sekolah dan guru.
Pembahasan dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan penyesuaian kegiatan sekolah di tengah kondisi udara yang terdampak asap di Kalimantan.
Pernyataan Reza kemudian menjadi sorotan karena ia menyinggung sejumlah konsekuensi apabila sekolah diliburkan.
Salah satu hal yang disebutnya adalah keberlangsungan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta aktivitas kantin sekolah.
"Karena ketika sekolah diliburkan, berpengaruh juga pada dapur-dapur MBG (mati). Kita mengerti, Bapak Ibu ya? Bapak Ibu saya harap baik-baik saja punya kebijaksanaan juga dapur MBG mati bu, kantin-kantin mati bu habis itu," jelasnya.
Selain persoalan operasional MBG dan kantin, Reza juga menyoroti aktivitas siswa apabila kegiatan sekolah dihentikan.
Ia menyampaikan kekhawatiran mengenai aktivitas anak-anak di luar rumah selama sekolah diliburkan.
"Belum lagi dampak ketika anak-anak diliburkan mereka yang harusnya mereka di rumah mereka ke kafe-kafe buat keributan, buat masalah Iya. Nanti kita yang pusing, Bu. Habis itu nanti ada ini orang tuanya apa segala macam. Nah, ini pusing lagi kita, Bu." ungkap dia.
Lebih lanjut, dia meminta pihak sekolah tidak menerapkan aturan secara kaku dengan mempertimbangkan kondisi yang sedang berlangsung.
