Runtuhan tersebut kemudian memicu longsoran besar yang terdiri dari es dan batu.
Material es dan batu yang jatuh dari ketinggian kemudian bergerak menuju lembah dan masuk ke sistem sungai.
Dalam perjalanan, material tersebut membawa lumpur, bebatuan, serta berbagai material lain sehingga menghasilkan aliran debris yang sangat kuat.
US Geological Survey (USGS) menyimpulkan bahwa keruntuhan gletser itu memicu longsoran besar yang kemudian menghasilkan banjir bandang.
Reuters melaporkan bahwa bagian gletser yang runtuh kemudian jatuh sekitar 1.200 meter menuju dasar lembah.
Dahsyatnya bencana dapat dilihat dari perubahan ketinggian air sungai dalam waktu yang sangat singkat.
Menurut laporan Al Jazeera, aliran banjir bergerak melalui Lhende Khola menuju Bhotekoshi dan kemudian Trishuli.
Baca Juga: PLN Kawal Keandalan Listrik untuk 12 Ribu Pelari di Merdeka Run 2026
Ketinggian air di sungai-sungai tersebut dilaporkan meningkat hingga sekitar 9 meter hanya dalam waktu 30 menit.
Berdasarkan laporan awal, sedikitnya 19 jembatan dan sekitar 40 kilometer jalan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Pada awal terjadinya bencana, muncul dugaan bahwa banjir bandang tersebut dipicu oleh gempa bumi bermagnitudo 4,4.
Dugaan tersebut muncul karena sensor seismik mencatat aktivitas yang terjadi bersamaan dengan peristiwa longsoran.
