Fanny Kondoh dan Kisah Papa Udon yang Diangkat ke Film Baby Udon, Tayang September 2026

Sabtu 29 Agu 2026, 15:56 WIB
Fanny Kondoh atau Mama Udon bersama kisah mendiang Hajime Kondoh yang menjadi inspirasi film Baby Udon. (Sumber: Instagram)
Fanny Kondoh atau Mama Udon bersama kisah mendiang Hajime Kondoh yang menjadi inspirasi film Baby Udon. (Sumber: Instagram)

POSKOTA.CO.ID - Nama Fanny Kondoh kembali menjadi perhatian publik menjelang penayangan film Baby Udon di bioskop Indonesia pada September 2026.

Sosok yang dikenal sebagai Mama Udon ini menarik perhatian bukan hanya karena perannya sebagai ibu dari Baby Udon, tetapi juga karena kisah hidupnya bersama mendiang suaminya, Hajime Kondoh atau Papa Udon.

Film tersebut mengangkat perjalanan rumah tangga Fanny dan Hajime, termasuk perjuangan mereka mendapatkan buah hati hingga kelahiran Kazuki Musa Kondoh yang kemudian dikenal publik sebagai Baby Udon.

Baca Juga: Gunung Merapi Erupsi Jumat Malam, Awan Panas Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat Daya

Siapa Fanny Kondoh?

Fanny memiliki nama asli Sherly Fanny dan menggunakan nama keluarga Kondoh setelah menikah dengan Hajime. Sejumlah informasi yang beredar menyebut Fanny berasal dari Jawa Timur dan merupakan keturunan Jawa-Tionghoa.

Fanny lahir pada 1995. Dengan demikian, usianya pada 2026 berada di sekitar 30-31 tahun. Tanggal lahir lengkapnya belum banyak dipublikasikan sehingga usia tersebut dapat berbeda bergantung pada waktu ulang tahunnya.

Fanny sendiri pernah mengungkapkan tahun kelahirannya saat membicarakan jarak usia dengan Hajime. Dalam podcast bersama Denny Sumargo, ia mengatakan, “Kita beda 25 tahun. Papa Udon kelahiran 1970, aku 1995.”

Sebelum dikenal sebagai konten kreator, Fanny pernah bekerja sebagai kasir Marugame Udon. Pertemuannya dengan Hajime terjadi ketika ia membantu proses pembukaan gerai di Semarang pada 2015.

Kala itu, Hajime menjabat General Manager. Hubungan profesional tersebut kemudian berkembang menjadi hubungan pribadi. Fanny bahkan mengaku sudah memiliki firasat sejak pertemuan pertama.

“Pas first time shaking hand, aku udah mbatin, ‘he's gonna be my husband,’” ujar Fanny saat mengenang pertemuan tersebut.

Fanny Kondoh dan Papa Udon Beda Usia 25 Tahun

Fanny dan Hajime akhirnya menikah pada 2017. Hajime merupakan pria asal Jepang yang lahir pada 12 Desember 1970. Sebelum menikah dengan Fanny, ia sudah memiliki anak dari pernikahan sebelumnya dan kemudian memeluk Islam.

Jika mengacu pada tahun kelahiran keduanya, Fanny Kondoh dan Papa Udon memiliki selisih usia sekitar 25 tahun. Ketika pertama kali bertemu pada 2015, Fanny berusia sekitar 20 tahun, sedangkan Hajime sekitar 44-45 tahun.

Meski jarak usia cukup jauh, keduanya menjalani kehidupan rumah tangga bersama hingga menghadapi ujian kesehatan yang berat.

Perjuangan Mendapatkan Baby Udon

Hajime kemudian didiagnosis menderita kanker kandung kemih. Di tengah kondisi tersebut, Fanny dan Hajime juga menjalani perjuangan panjang untuk mendapatkan keturunan melalui program bayi tabung.

Transfer embrio tetap dilakukan ketika kondisi kesehatan Hajime semakin menurun. Namun, Hajime meninggal dunia pada 15 Oktober 2024, tidak lama setelah Fanny menjalani proses transfer embrio.

Kabar kehamilan datang setelah itu. Penantian panjang pasangan tersebut akhirnya berbuah kelahiran Kazuki Musa Kondoh pada 3 Juli 2025.

Baca Juga: Peternakan Sapi Dago Dairy di Bandung Berhenti Beroperasi Usai Sulit Cari Pekerja Selama 2 Tahun

Film Baby Udon Tayang 3 September 2026

Kisah tersebut kemudian dikembangkan menjadi film Baby Udon. Berdasarkan informasi Lembaga Sensor Film, film produksi Sumargo Films dan LYTO Pictures itu memiliki durasi 115 menit dan dijadwalkan tayang mulai 3 September 2026.

Film ini disutradarai Fajar Bustomi, sementara skenarionya ditulis Oka Aurora. Fanny tidak memerankan dirinya sendiri. Karakternya dimainkan Caitlin Halderman, sedangkan sosok Hajime diperankan Denny Sumargo.

Bagi Fanny, proyek ini memiliki arti lebih dari sekadar film yang menceritakan perjalanan keluarganya. Ia ingin sosok Hajime tetap dikenang melalui cerita dan perjuangan yang pernah mereka jalani.

“Saya enggak mau suami saya dikenang hanya menjadi abu. Saya ingin suami saya dikenang sebagai Papa Udon,” kata Fanny.

Pada akhirnya, Baby Udon menjadi cara lain bagi Fanny untuk menjaga cerita tentang Hajime tetap hidup, sekaligus memperkenalkan perjalanan panjang hadirnya Baby Udon kepada masyarakat.


Berita Terkait


News Update