SUMEDANG, POSKOTA.CO.ID - Sosok perempuan berinisial RY menjadi perhatian publik pada Kamis, 27 Agustus 2026. Namanya muncul dalam informasi mengenai laporan dugaan kekerasan seksual, penganiayaan, penyekapan, hingga pengambilan telepon seluler yang disebut terjadi di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang.
Namun, informasi mengenai RY masih terbatas. Sampai saat ini, identitas lengkap, usia, latar belakang keluarga, maupun akun media sosial pribadinya belum dapat diverifikasi melalui sumber resmi.
RY disebut bekerja sebagai sekretaris pribadi Wakil Bupati Sumedang. Dalam Peraturan Bupati Sumedang mengenai uraian jabatan, posisi tersebut memiliki tugas administratif untuk membantu kelancaran kegiatan dan arus informasi Wakil Bupati.
Baca Juga: Polisi Selidiki Ledakan Maut di Citeureup Pandeglang yang Rusak 3 Rumah Warga, Diduga dari Bom Ikan
Kronologi Dugaan Kekerasan yang Dilaporkan RY
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, rangkaian peristiwa disebut berlangsung pada 17 Agustus 2026, beberapa jam setelah upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berikut rangkaian waktu yang disebut dalam keterangan pelapor:
Sekitar pukul 12.00 WIB
RY disebut datang ke rumah dinas untuk mengambil uang tunai keperluan operasional Wakil Bupati yang disimpan di dalam brankas. Dalam keterangannya, ia mengaku mengalami tindakan yang kemudian dilaporkan sebagai dugaan kekerasan seksual.
Sekitar pukul 13.00 WIB
RY disebut meninggalkan rumah dinas. Persoalan kembali berlanjut pada malam hari setelah dirinya menerima telepon dan diminta datang kembali.
Sekitar pukul 19.30 WIB
RY tiba di rumah dinas dan diarahkan menuju ruang rapat. Menurut versinya, di lokasi tersebut terjadi dugaan penganiayaan, intimidasi serta pengikatan tangan menggunakan tali pengikat plastik.
Sekitar pukul 22.15 WIB
RY disebut baru meninggalkan rumah dinas. Ia kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada keluarga.
Sekitar pukul 23.00 WIB
RY dibawa ke RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi pelaporan juga menyebut adanya kuitansi pengobatan serta foto yang memperlihatkan luka lecet dan lebam.
