POSKOTA.CO.ID - Persija Jakarta memberikan penjelasan soal polemik kenaikan harga tiket pertandingan menghadapi Brisbane Roar FC yang sebelumnya memicu reaksi dari The Jakmania. Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, menegaskan bahwa harga tiket yang beredar di media sosial belum menggambarkan seluruh skema penjualan.
Dalam peluncuran tim Persija Jakarta, Kamis, Bambang mengatakan tiket yang diumumkan melalui platform resmi klub merupakan tiket untuk penjualan daring. Menurut dia, Persija juga menyiapkan alokasi tiket khusus bagi The Jakmania.
"Ada hal juga yang mungkin perlu saya sampaikan, beredar kabar bahwa kenaikan harga tiket itu mencapai 70 persen," kata Bambang dalam jumpa pers di Jakarta.
Baca Juga: Persija vs Persib di Pekan Kedua BRI Super League 2026/2027, Izin Pertandingan Masih Berproses
Bambang Tegaskan Ada Tiket Khusus untuk The Jakmania
Bambang menjelaskan, The Jakmania memiliki mekanisme tersendiri dalam mendapatkan tiket pertandingan. Alokasi tersebut nantinya didistribusikan melalui pengurus pusat The Jakmania dan koordinator wilayah.
"Jadi kalau ada yang beranggapan bahwa tiket yang paling murah adalah harga yang kami sampaikan di pengumuman resmi, tidak demikian. Ada alokasi khusus bagi pendukung kami, The Jakmania," ujarnya.
Penjelasan ini menjadi penting karena sebelumnya muncul anggapan bahwa seluruh tiket Persija dijual dengan harga yang tercantum dalam pengumuman resmi. Padahal, menurut manajemen, terdapat jalur distribusi khusus untuk kelompok suporter tersebut.
Bambang juga menilai hubungan Persija dan The Jakmania tidak sebatas hubungan antara klub dengan konsumen pertandingan. Ia menyebut The Jakmania sebagai bagian dari perjalanan panjang Persija dan memiliki ikatan kuat dengan klub serta Kota Jakarta.
Polemik Harga Tiket Persija dan Brisbane Roar
Sebelumnya, The Jakmania menyatakan sikap untuk memboikot peluncuran tim Persija musim 2026/2027. Sikap tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi mereka pada Kamis.
Persoalan bermula dari harga tiket pertandingan Persija melawan Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS). Dibandingkan musim sebelumnya, harga tiket disebut mengalami kenaikan Rp150.000 untuk tribun bawah dan Rp130.000 untuk tribun atas.
Harga tersebut juga belum mencakup pajak dan biaya administrasi. Kondisi itu kemudian menjadi salah satu alasan The Jakmania dan manajemen Persija belum menemukan titik temu.
Baca Juga: Persib vs Manila Digger FC Digelar Tertutup, Bobotoh Tak Perlu Beli Tiket
Poin Penting Penjelasan Persija
- Tiket yang diumumkan di platform Persija merupakan tiket penjualan daring.
- Persija menyediakan alokasi tiket khusus bagi The Jakmania.
- Distribusi tiket suporter dilakukan melalui pengurus pusat dan koordinator wilayah.
- Persoalan harga tiket sebelumnya memicu sikap boikot dari The Jakmania.
- Persija dijadwalkan menghadapi Brisbane Roar FC di Jakarta International Stadium.
Penjelasan Bambang Pamungkas menunjukkan bahwa persoalan harga tiket tidak hanya berkaitan dengan angka yang tercantum dalam pengumuman resmi. Ada mekanisme khusus yang disiapkan Persija untuk suporter melalui organisasi The Jakmania.
Di sisi lain, polemik kenaikan harga tetap menjadi perhatian karena menyangkut akses suporter untuk menyaksikan langsung pertandingan Persija. Pertemuan dan komunikasi antara manajemen serta The Jakmania menjadi kunci agar persoalan tiket tidak berkembang menjadi jarak baru antara klub dan pendukungnya.
