Tekan Stunting dan Kemiskinan, BAZNAS-BKKBN Perkuat Program Zakat Community Development

Kamis 20 Agu 2026, 08:36 WIB
Potret BAZNAS dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN saat meluncurkan program Zakat Community Development (ZCD). (Sumber: Istimewa)
Potret BAZNAS dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN saat meluncurkan program Zakat Community Development (ZCD). (Sumber: Istimewa)

Hingga saat ini, program tersebut telah menyalurkan bantuan senilai Rp1,391 miliar kepada 23 kelompok di berbagai wilayah. BAZNAS menargetkan cakupan program diperluas hingga 11 kabupaten/kota di delapan provinsi.

"Program Zakat Community Development ini merupakan pengembangan komunitas dengan mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan secara komprehensif yang sumber pendanaannya dari zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya," ujar Idy.

Baca Juga: Dukung Kemandirian Umat, Baznas Microfinance Majelis Taklim Diluncurkan

BAZNAS dan BKKBN Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji mengatakan kolaborasi dengan BAZNAS diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui optimalisasi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).

Saat ini, UPPKA disebut telah menjangkau sekitar 37.000 kelompok peserta KB di seluruh Indonesia.

Wihaji menilai dukungan permodalan dan pendampingan melalui program ZCD BAZNAS memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari sejumlah kelompok UPPKA di Sumatera Selatan dan Jawa Tengah yang mampu mencatat omzet lebih dari Rp100 juta.

"Semangatnya cuma satu: peningkatan ekonomi keluarga dan keluarga yang berkualitas dan tambah baik," tutur Wihaji.

Baca Juga: BSI dan BAZNAS Hadirkan Layanan Digital DAM Haji dan Kurban, Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Nasional

Dampak program ZCD juga dirasakan kelompok UPPKA Jaya Bersama di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Ketua UPPKA Jaya Bersama, Mislaini, mengatakan kelompoknya menerima bantuan permodalan sebesar Rp87 juta serta pendampingan dari BAZNAS.

Bantuan tersebut digunakan untuk memodernisasi usaha budi daya lele dan produk olahannya. Salah satu bentuk pengembangan yang dilakukan yakni mengubah kolam terpal menjadi kolam beton.

"Terima kasih atas pendampingan, pemberian modal, dan pembuatan kolam kami yang dari terpal sekarang sudah jadi beton," ujar Mislaini.


Berita Terkait


News Update