POSKOTA.CO.ID - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN meluncurkan Program Zakat Community Development (ZCD) untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Program tersebut diresmikan di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026, dengan mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung penurunan angka stunting, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, serta meningkatkan kualitas keluarga.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, ZCD merupakan program pemberdayaan berbasis komunitas yang mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan masyarakat.
"Program-program unggulan kami intinya adalah untuk peningkatan kualitas keluarga, untuk mengentaskan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga," ujar Sodik Mudjahid usai peresmian program ZCD.
Baca Juga: Sambut Tahun Baru Islam, BAZNAS Perkuat Amanah dan Layanan bagi Mustahik
Menurut Sodik, program tersebut dirancang dengan pendekatan komprehensif yang mencakup bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Pelaksanaan pilot project ZCD di lima provinsi selama periode 2024–2026, kata dia, menunjukkan bahwa pendampingan usaha mikro berbasis kelompok mampu menggerakkan potensi ekonomi keluarga.
"Kami bertemu dan berdialog dengan keluarga-keluarga yang mendapatkan dukungan dari BKKBN dan BAZNAS. Mereka mengatakan alhamdulillah sudah jalan, tinggal ada penguatan pendampingan," katanya.
ZCD BAZNAS Salurkan Rp1,391 Miliar
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengatakan program ZCD terus diperkuat sebagai bentuk komitmen dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Menurut Idy, ZCD merupakan program produktif yang menggabungkan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.
