JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Normalisasi Kali Mampang di Jalan Poncol Raya, Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, masih terus dilakukan. Guna mengatasi keluhan masyarakat tersebut, Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jaksel mulai melakukan pemeliharaan turap batu kali di sepanjang aliran.
Kepala Sudin SDA Jaksel, Santo menjelaskan, proyek pengerjaan turap ini memakan waktu tiga bulan, terhitung pada Juli-Desember 2026.
"Untuk langkah awal, SDA memulai pengerjaan turap terlebih dahulu. Setelah itu, menunggu giliran untuk dinormalisasi Kali Mampang yang sudah mengalami pendangkalan," kata Santo kepada Poskota, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pengerjaan Turap 325 Meter
Santo menuturkan, turap batu kali yang tengah dibangun memiliki panjang 325 meter dengan tinggi sekitar 3 meter dari dasar kali. Selain perbaikan dinding kali, petugas juga memasang box culvert sepanjang 100 meter persegi di titik persilangan (crossing) jalur yang kerap dilintasi beban berat.
Baca Juga: Basarnas Temukan Pemuda yang Tenggelam di Kali Banjir Kanal Barat dalam Kondisi Tak Bernyawa
Selain Kali Mampang, Sudin SDA Jaksel juga memetakan beberapa titik rawan banjir lainnya, seperti di depan Perumahan Mutiara (Cilandak), Pasar Cipulir (Kabayoran Lama), dan Jalan Muchtar.
"Untuk di Jalan Muchtar yang sempat viral di media sosial, petugas SDA telah mengerjakan alur aliran air batas wilayah Barat dan Selatan menuju Kali Kopilas, dilanjutkan perbaikan jalan rusak sekitar 50 meter dengan sistem rigid concrete," ujarnya.
Santo berharap pembuatan turap ini dapat menuntaskan persoalan banjir di bantaran Kali Mampang. Mengenai usulan fasilitas penyeberangan warga, ia menyarankan agar diajukan ke instansi terkait.
"Untuk pengajuan jembatan penyeberangan bisa mengajukan ke Dinas Bina Marga," ucapnya.
Baca Juga: Normalisasi Kali Pesanggrahan Depok, Alat Berat Dikerahkan Angkut Sampah
Warga Apresiasi Perbaikan Turap
Pembangunan turap tersebut disambut positif oleh warga setempat. Vitalis, warga RT 05 RW 04 Kelurahan Kuningan Barat, mengapresiasi langkah cepat Pemkot Jakarta Selatan. Ia mengonfirmasi bahwa wilayahnya sudah lama menjadi langganan banjir.
"Tidak hanya air kiriman, kalau hujan sebentar saja air Kali Mampang sudah naik setinggi dua meter masuk ke rumah warga. Proyek turap dan normalisasi ini tentu sangat baik," tuturnya.
Meski demikian, ia menyoroti masih minimnya edukasi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sehingga budaya membuang sampah sembarangan ke kali masih menjadi pemicu banjir.
Senada dengan Vitalis, Slamet Wijaya, 60 tahun, warga RT 12/RW 04, menyebutkan bahwa jika air kiriman datang, warga kerap mengungsi ke tempat yang lebih tinggi hingga berhari-hari.
"Dampak pengerjaan turap ini sangat besar. Sebagai contoh, pengerjaan turap pada zaman Gubernur Ahok di Kali Krukut, yang satu aliran dan berjarak 500 meter dari sin, berhasil mengatasi banjir," kata dia.
Desak Pembangunan Jembatan Penyeberangan yang Putus
Selain masalah banjir, warga mengeluhkan terputusnya akses jembatan penyeberangan akibat tersapu banjir beberapa bulan lalu. Saat ini, warga dan anak-anak sekolah terpaksa mempertaruhkan keselamatan dengan melintasi tiang besi pipa kabel listrik tegangan tinggi di atas Kali Mampang.
"Dahulu ada jembatan penyeberangan darurat untuk mengantar anak sekolah ke SD di belakang Gedung Tifa. Setelah jembatan tersapu banjir, kami harus melewati besi penyeberangan kabel listrik tegangan tinggi," tutur Nur, 40 tahun, warga RT 09/RW 06.
Vitalis juga menambahkan, keberadaan jembatan tersebut sangat vital menghubungkan warga Tendean menuju wilayah Kuningan Barat. "Kami berharap pemerintah Jakarta Selatan dapat membuatkan jembatan penyeberangan pengganti agar warga tidak menempuh risiko besar saat menyeberang," ujarnya.
Berdasarkan pantauan Poskota di lokasi, empat unit alat berat ekskavator (termasuk ekskavator amfibi) telah disiagakan di sepanjang Jalan Poncol Raya. Petugas SDA tampak sibuk membangun pondasi di dasar kali, sedangkan truk material lalu-lalang mengangkut box culvert untuk dipasang di aliran kali selebar lima meter tersebut.
