SMPN 2 Ngamprah Bandung Dapat Perhatian, Pihak Sekolah Bantah Diperbaiki setelah Viral

Rabu 19 Agu 2026, 19:58 WIB
Kondisi SMPN 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)
Kondisi SMPN 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Kondisi fasilitas SMPN 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bikin miris. Sejumlah sarana sekolah terlihat rusak dan tak terawat hingga foto-fotonya viral di media sosial.

Dalam foto yang beredar, terlihat toilet kotor, papan tulis rusak, kaca jendela pecah, plafon berlubang dan usang. Sejumlah ruangan juga tampak dipenuhi barang yang belum tertata.

Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian Dinas Pendidikan KBB. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan KBB, Edy Syafrudin, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 2 Ngamprah, Rabu, 19 Agustus 2026.

Edy mengatakan, pihak sekolah sebenarnya telah melakukan sejumlah perawatan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kondisi SMPN 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Namun, dana tersebut hanya bisa digunakan untuk pemeliharaan ringan. Sementara kerusakan berat membutuhkan penanganan melalui program rehabilitasi.

"Saya sudah tanya kepada pihak sekolah, memang sudah ada pemeliharaan menggunakan dana BOS, di antaranya dinding, tembok tempat duduk siswa, penggantian kabel listrik serta beberapa fasilitas lainnya. Tapi penggunaan dana BOS ini tidak bisa dipakai untuk kerusakan berat," kata Edy, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurutnya, sekolah memiliki alokasi dana untuk pemeliharaan yang maksimal mencapai 20 persen dari total anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Edy meminta pihak sekolah segera menangani kerusakan ringan yang masih bisa diperbaiki melalui anggaran tersebut, termasuk bagian tembok atau benteng sekolah.

Baca Juga: Cara Buat Akun SSCASN untuk Daftar Sekolah Kedinasan 2026, Simak Syarat dan Link Pendaftaran

"Di sekolah itu ada anggaran BOS untuk pemeliharaan sebesar atau maksimal 20 persen dari anggaran BOS yang bisa digunakan untuk pemeliharaan," ujarnya.

Sementara sejumlah fasilitas MCK juga mulai ditangani. Pihak sekolah telah melakukan pengukuran untuk pemasangan pintu baru di beberapa kamar mandi.

"Papan tulis kemarin disampaikan akan segera diganti, hari ini alhamdulillah sudah diganti. Kemudian MCK atau kamar mandi, kemarin juga Pak Kepala Sekolah menyampaikan akan mengganti atau membuat lagi pintu kamar mandi. Hari ini tadi sudah diukur," ucapnya.

Untuk kerusakan berat, Dinas Pendidikan KBB memastikan perbaikan dilakukan secara bertahap. Tahun ini, tiga ruang kelas di SMPN 2 Ngamprah akan direhabilitasi.

"Tahun ini kita akan melaksanakan rehabilitasi tiga ruang kelas. Kemudian tahun berikutnya, kita juga akan melaksanakan rehabilitasi di SMP 2 Ngamprah," tuturnya.

Bantah Viral Dulu Baru Diperbaiki

Kepala SMPN 2 Ngamprah, Agus Samsu Permana mengatakan, persoalan bangunan sekolah sebenarnya sudah diajukan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Terdapat 29 bangunan kelas yang telah diusulkan untuk mendapat penanganan. Usulan tersebut bahkan telah disampaikan sejak 2025.

Kondisi salah sebuah papan tulis di SMPN 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

"Untuk kerusakan 29 bangunan kelas ini sudah kita usulkan melalui Dapodik. Tahun 2025 sudah kami usulkan, tapi belum terealisasi," kata dia.

Ia menegaskan, pihak sekolah tetap melakukan perawatan dengan dana BOS. Namun, penggunaannya terbatas untuk kerusakan ringan.

"Untuk perawatan itu sudah dianggarkan dari dana BOS. Kami menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Tapi itu dipakai untuk skala kecil seperti tembok tempat duduk dan kunci rusak. Hanya itu yang bisa kami fasilitasi dari anggaran BOS," ucap dia.

Agus membantah sekolah baru bergerak setelah kondisi fasilitasnya viral. Menurutnya, sejumlah perawatan sudah masuk dalam program sekolah sebelum foto-foto kondisi SMPN 2 Ngamprah ramai di media sosial.

Baca Juga: Contoh Susunan Upacara Hari Pramuka 2026 di Sekolah, Begini Panduannya

"Jadi saya enggak menunggu viral, kemarin juga sudah kita programkan untuk perawatan. Cuma momentumnya bersama dengan itu (viral di media sosial)," tutur Agus.

Meski begitu, kondisi tersebut menjadi sorotan serius. Fasilitas pendidikan yang menjadi tempat siswa menimba ilmu dituntut tidak hanya layak, tetapi juga aman dan nyaman digunakan setiap hari.


News Update