"Papan tulis kemarin disampaikan akan segera diganti, hari ini alhamdulillah sudah diganti. Kemudian MCK atau kamar mandi, kemarin juga Pak Kepala Sekolah menyampaikan akan mengganti atau membuat lagi pintu kamar mandi. Hari ini tadi sudah diukur," ucapnya.
Untuk kerusakan berat, Dinas Pendidikan KBB memastikan perbaikan dilakukan secara bertahap. Tahun ini, tiga ruang kelas di SMPN 2 Ngamprah akan direhabilitasi.
"Tahun ini kita akan melaksanakan rehabilitasi tiga ruang kelas. Kemudian tahun berikutnya, kita juga akan melaksanakan rehabilitasi di SMP 2 Ngamprah," tuturnya.
Bantah Viral Dulu Baru Diperbaiki
Kepala SMPN 2 Ngamprah, Agus Samsu Permana mengatakan, persoalan bangunan sekolah sebenarnya sudah diajukan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Terdapat 29 bangunan kelas yang telah diusulkan untuk mendapat penanganan. Usulan tersebut bahkan telah disampaikan sejak 2025.

"Untuk kerusakan 29 bangunan kelas ini sudah kita usulkan melalui Dapodik. Tahun 2025 sudah kami usulkan, tapi belum terealisasi," kata dia.
Ia menegaskan, pihak sekolah tetap melakukan perawatan dengan dana BOS. Namun, penggunaannya terbatas untuk kerusakan ringan.
"Untuk perawatan itu sudah dianggarkan dari dana BOS. Kami menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Tapi itu dipakai untuk skala kecil seperti tembok tempat duduk dan kunci rusak. Hanya itu yang bisa kami fasilitasi dari anggaran BOS," ucap dia.
Agus membantah sekolah baru bergerak setelah kondisi fasilitasnya viral. Menurutnya, sejumlah perawatan sudah masuk dalam program sekolah sebelum foto-foto kondisi SMPN 2 Ngamprah ramai di media sosial.
Baca Juga: Contoh Susunan Upacara Hari Pramuka 2026 di Sekolah, Begini Panduannya
"Jadi saya enggak menunggu viral, kemarin juga sudah kita programkan untuk perawatan. Cuma momentumnya bersama dengan itu (viral di media sosial)," tutur Agus.
Meski begitu, kondisi tersebut menjadi sorotan serius. Fasilitas pendidikan yang menjadi tempat siswa menimba ilmu dituntut tidak hanya layak, tetapi juga aman dan nyaman digunakan setiap hari.
