POSKOTA.CO.ID - Sejumlah destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih ditutup sementara setelah wilayah tersebut diguncang gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7.
Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus upaya memastikan keselamatan wisatawan dan pelaku usaha pariwisata di tengah proses pemantauan kondisi kawasan terdampak.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyampaikan bahwa pemantauan terhadap dampak gempa di sejumlah destinasi wisata NTT terus dilakukan secara intensif.
Pemantauan tersebut melibatkan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) untuk memperoleh informasi mengenai kondisi terkini di lapangan.
Kondisi pascagempa membuat pemerintah perlu melakukan evaluasi sebelum destinasi wisata kembali dibuka.
Selain melihat kondisi fisik objek wisata, aspek aksesibilitas, jaringan komunikasi, pasokan listrik, hingga keamanan perjalanan wisatawan turut menjadi pertimbangan.
Bagi wisatawan yang telah merencanakan perjalanan ke NTT, informasi mengenai destinasi yang masih ditutup menjadi hal penting untuk diperhatikan.
Wisatawan disarankan tidak memaksakan kunjungan ke lokasi yang belum dinyatakan aman atau masih berada dalam status penutupan sementara.
Untuk membantu wisatawan dan pelaku usaha mendapatkan informasi yang akurat, pemerintah mengoperasikan layanan pengaduan atau hotline informasi pariwisata melalui nomor 0811-3879-4555.
Lantas, destinasi wisata mana saja di NTT yang masih ditutup setelah gempa M 7,7? Simak selengkapnya.
Baca Juga: TelkomGroup Sediakan Internet Gratis di Posko Pengungsian Gempa NTT, Ini Lokasi dan Layanannya
Daftar Destinasi Wisata NTT yang Masih Ditutup
Berikut adalah beberapa destinasi wisata mana saja di NTT yang masih ditutup setelah gempa M 7,7.
1. Wae Rebo dan Ruteng Pu'u di Kabupaten Manggarai
Wae Rebo dan Ruteng Pu'u di Kabupaten Manggarai menjadi dua destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih ditutup sementara setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7.
Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman bagi wisatawan.
Pemerintah melalui pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap situasi di sejumlah destinasi terdampak sebelum aktivitas wisata kembali dibuka.
Wisatawan yang telah merencanakan perjalanan ke Wae Rebo maupun Ruteng Pu'u disarankan menunggu informasi resmi mengenai status pembukaan kawasan.
2. Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende
Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende juga masih ditutup sementara. Penutupan kawasan ini berkaitan dengan kondisi pascagempa, termasuk adanya longsoran pada bagian dinding kawah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan kawah merupakan salah satu daya tarik utama Taman Nasional Kelimutu.
Aspek keselamatan pengunjung menjadi pertimbangan utama sebelum destinasi tersebut kembali menerima wisatawan.
Karena itu, wisatawan sebaiknya tidak memaksakan kunjungan dan menunggu pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali kawasan.
3. TWAL Gugus Pulau Teluk Maumere di Kabupaten Sikka
Destinasi wisata berikutnya yang masih ditutup sementara adalah Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere di Kabupaten Sikka.
Kawasan wisata bahari tersebut masih berada dalam pemantauan pascagempa. Penutupan sementara dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi kawasan sebelum aktivitas wisata kembali diperbolehkan.
Wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata di sekitar Teluk Maumere perlu mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah dan pengelola kawasan.
4. Sejumlah Kawasan Wisata di Ngada dan Nagekeo
Sejumlah kawasan wisata di Kabupaten Ngada dan Nagekeo juga masih mengalami penutupan sementara.
Salah satu kendala yang dihadapi di wilayah tersebut adalah gangguan jaringan komunikasi dan pasokan listrik.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas wisata sekaligus proses pemantauan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Pemerintah masih melakukan koordinasi untuk mengetahui kondisi terkini di sejumlah kawasan terdampak.
Wisatawan yang hendak berkunjung ke destinasi di Ngada dan Nagekeo disarankan memastikan status kawasan terlebih dahulu dan mengikuti informasi resmi sebelum melakukan perjalanan.
Baca Juga: Menko AHY Prioritaskan Evakuasi Korban hingga Pemulihan Layanan Dasar Masyarakat Pascagempa NTT
Jadwal Penerbangan ke Sejumlah Wilayah NTT Disesuaikan
Dampak gempa tidak hanya berpengaruh terhadap operasional destinasi wisata, tetapi juga sektor transportasi udara. Sejumlah bandara di NTT melakukan penyesuaian jadwal penerbangan.
Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus 2026. Sementara itu, Bandara Frans Sales Lega di Ruteng membatalkan penerbangan maskapai Wings Air hingga 22 Agustus 2026.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian wisatawan yang telah memiliki tiket penerbangan menuju NTT.
Penumpang disarankan memastikan status penerbangan kepada maskapai sebelum melakukan perjalanan agar dapat mengantisipasi perubahan jadwal.
Di sisi lain, Bandara Komodo di Labuan Bajo, Bandara Frans Seda di Maumere, serta Bandara Gewayantana di Larantuka tetap beroperasi dengan sejumlah penyesuaian jadwal.
