Oleh: Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID - Gelora peringatan kemerdekaan begitu membahana ke seluruh pelosok negeri. Sepanjang mata memandang yang terlihat ornamen merah putih yang memenuhi kanan kiri jalan mulai dari gang sempit hingga kawasan perumahan elite, dari lingkungan rukun tetangga hingga kawasan istana.
Berbagai jenis lomba digelar oleh masyarakat dengan peserta mulai dari balita, remaja hingga lansia. Namun, di tengah gelora peringan”Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, sejenak kita mengangkat kedua belah telapak tangan memanjatkan doa bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi besar di NTT.
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. Gempa dangkal tersebut berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 km.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Pantun Ketua MPR, Mari Bersatu Jangan Saling Hujat
Gempa memicu tsunami di sejumlah wilayah dan kemudian diikuti ribuan gempa susulan. BMKG mencatat peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB.
“Keprihatinan di tengah gelora peringatan kemerdekaan,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Kita ikut berbela sungkawa kepada korban gempa yang meninggal dunia dan luka-luka. Menurut laporan BNPB, hingga Senin, 17 Agustus 2026 tercatat 68 korban meninggal dunia, dan 213 korban luka-luka,” kata Yudi.
“Semoga saudara-saudara kita yang terdampak gempa senantiasa dalam perlindungan.dalam keselamatan, ketabahan dan kesabaran,” tambah mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Persaingan Elite Parpol Kian Ketat di ‘Dapil Neraka’
“Di tengah keceriaan,kita jangan sampai melupakan saudara-saudara kita yang sedang berduka karena bencana alam seperti gempa di NTT. Juga mereka yang masih terpinggirkan karena situasi ekonomi dan kendala geografis,” kata Heri.
