POSKOTA.CO.ID - DPR RI menyetujui Nuzran Joher untuk menjadi Ketua Ombudsman Republik Indonesia periode 2026-2031.
Nuzran Joher dipercaya mengisi posisi ketua setelah terjadi pergantian kepemimpinan di tubuh Ombudsman RI.
Sebelumnya, posisi tersebut ditempati Hery Susanto yang diberhentikan setelah terseret kasus dugaan korupsi.
Keputusan DPR untuk menetapkan Nuzran sebagai Ketua Ombudsman RI disampaikan dalam rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa pimpinan DPR telah menerima usulan dari Komisi II DPR terkait penetapan ketua Ombudsman untuk masa jabatan 2026-2031.
"Yang terhormat para anggota dewan dan hadirin yang kami muliakan. Pimpinan DPR telah menerima surat dari pimpinan Komisi II DPR RI Nomor B/45 tanggal 30 Juli, hal Pengusulan Ketua Ombudsman RI Masa Jabatan 2026-2031," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di rapat paripurna, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dasco kemudian menjelaskan bahwa Komisi II DPR telah melakukan pembahasan mengenai penetapan Ketua Ombudsman RI yang baru.
"Sehubungan dengan hal tersebut, pimpinan Komisi II telah menyampaikan hasil pembahasan pemilihan dan penetapan Ketua Ombudsman RI masa jabatan 2026-2031 pada rapat konsultasi pengganti rapat Bamus DPR RI tanggal 18 Agustus 2026 atas nama Saudara Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman Republik Indonesia masa jabatan 2026-2031," tuturnya.
Lantas, Nuzran Joher anak siapa? Berikut profil dan rekam jejak Nuzran Joher selengkapnya.
Baca Juga: BEM UI Demo di Bundaran HI Hari Ini, Desak MBG dan KDMP Dihentikan
Nuzran Joher Anak Siapa?
Berdasarkan data yang tercantum di laman Ombudsman RI, Nuzran Joher lahir di Kerinci pada 28 Oktober 1973. Data tersebut juga menyebut Maliki Air sebagai tempat kelahirannya.
Nuzran merupakan putra dari pasangan Joher Khatib dan Yushida Burhan. Ia merupakan anak keempat dari enam bersaudara yang lahir di Maliki Air, Sungai Penuh, Kerinci, Jambi.
Latar belakang keluarga tersebut menjadi bagian dari perjalanan kehidupan Nuzran sebelum kemudian memasuki dunia organisasi, politik, legislatif, hingga ketatanegaraan.
Masa pendidikan Nuzran juga banyak ditempuh di wilayah Kerinci. Ia mengawali pendidikan dasar di SD N 16/III Koto Beringin Rawang, Kerinci, pada 1980-1986.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Nuzran melanjutkan pendidikan di MTsN Sungai Penuh, Kerinci, pada 1986-1989.
Pendidikan tingkat berikutnya ditempuh di PGAN Sungai Penuh, Kerinci, pada 1989-1992.
Selepas pendidikan menengah, Nuzran melanjutkan pendidikan tinggi di IAIN Imam Bonjol, Padang. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 1997.
Baca Juga: Jay Idzes Sapa Indonesia dengan Bahasa Sunda dan Jawa di HUT RI ke-81
Tidak berhenti pada pendidikan sarjana, Nuzran kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Pramita Indonesia. Pendidikan tersebut diselesaikannya pada 2009.
Perjalanan Nuzran di dunia organisasi telah dimulai sejak dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa.
Dia aktif dalam Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI, salah satu organisasi kemahasiswaan yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Nuzran pernah dipercaya memimpin senat mahasiswa IAIN Padang pada 1997-1998.
Keterlibatannya di HMI kemudian berkembang hingga tingkat nasional. Nuzran dipercaya menduduki posisi Sekretaris Jenderal Pengurus Besar HMI pada 2002-2004.
Karier Nuzran kemudian berkembang ke dunia politik nasional. Setelah aktif dalam organisasi, dirinya berhasil mendapatkan kursi sebagai anggota DPD RI periode 2004-2009 dari daerah pemilihan Jambi.
Nuzran juga pernah tercatat menjadi anggota KKK MPR RI selama dua periode, yakni 2015-2019 dan 2019-2024.
Selain memiliki pengalaman di tingkat nasional, Nuzran juga pernah terlibat dalam politik daerah.
Dirinya pernah menjadi calon wakil wali kota Sungai Penuh untuk periode 2016-2021.
