POSKOTA.CO.ID - Gempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi, membawa kepanikan bagi warga. Namun, di tengah situasi darurat tersebut, sebuah kisah haru justru datang dari Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.
Seorang ibu bernama Herlina Bunga harus menjalani proses persalinan ketika gempa terjadi. Saat itu, Herlina sedang mendapatkan perawatan di Puskesmas Paga dan sudah memasuki fase inpartu atau pembukaan lengkap.
Situasi tersebut membuat persalinan tidak mungkin ditunda. Tim tenaga kesehatan kemudian mengambil keputusan untuk membantu proses kelahiran di dalam mobil ambulans.
Keputusan itu menjadi pilihan paling memungkinkan agar Herlina tetap mendapatkan pertolongan medis dengan cepat, sekaligus mengantisipasi kondisi setelah gempa.
Baca Juga: Modus Bawa Ikan Gurame, 222 Ribu Benih Lobster Diselundupkan Lewat Merak
Bayi Lahir Selamat di Dalam Ambulans
Di tengah suasana yang masih diliputi kepanikan, Herlina akhirnya melahirkan anak ketiganya secara normal.
Melansir dari ctdinsider, persalinan berlangsung pada pukul 09.02 WITA. Bayi perempuan yang lahir dalam kondisi darurat tersebut memiliki berat badan 3,6 kilogram dan dilaporkan lahir dengan sehat.
Tangisan pertama sang bayi menjadi momen yang melegakan bagi Herlina, keluarga, dan para tenaga kesehatan yang membantu persalinan.
Kelahiran tersebut kemudian memiliki cerita tersendiri karena terjadi bersamaan dengan bencana gempa yang mengguncang wilayah Flores.
Nama yang Mengabadikan Momen Kelahiran
Sebagai pengingat atas peristiwa yang mengiringi kelahirannya, bayi perempuan tersebut diberi nama Agustin Gempita Aurora.
Nama itu menjadi bagian dari cerita keluarga Herlina. Bukan hanya karena kelahirannya berlangsung dalam situasi tidak biasa, tetapi juga karena sang bayi lahir ketika masyarakat di sekitarnya sedang menghadapi situasi darurat akibat gempa bumi.
Ada sesuatu yang terasa berbeda dari kelahiran tersebut. Di satu sisi, gempa membawa kecemasan. Di sisi lain, suara tangisan bayi justru menghadirkan kabar yang membahagiakan di tengah keadaan yang penuh ketegangan.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo dan Georgina Pilih Pernikahan Intim di Ruang Keluarga Bersama Anak-Anaknya
Persalinan Darurat Menjadi Momen Penuh Haru
Peristiwa yang dialami Herlina menunjukkan bagaimana tenaga kesehatan harus mengambil keputusan cepat ketika kondisi darurat terjadi. Proses persalinan tetap harus dilakukan meski keadaan sekitar tidak sepenuhnya normal.
Bagi keluarga, kelahiran Agustin Gempita Aurora tentu akan menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Hari kelahirannya bukan hanya tercatat sebagai hari ketika Herlina menyambut anak ketiganya, tetapi juga bertepatan dengan gempa yang mengguncang Pulau Flores.
Kelahiran bayi di tengah bencana ini pun meninggalkan sisi lain dari peristiwa gempa. Di balik kepanikan dan kekhawatiran, ada kehidupan baru yang hadir dengan selamat.
Bagi Herlina dan keluarganya, tangisan Agustin pada pagi itu menjadi suara yang membawa rasa lega sekaligus kebahagiaan.
