"Harapannya masyarakat Lembang khususnya, Jawa Barat dan Indonesia umumnya dijauhkan dari ancaman bencana. Bagi saudara-saudara kita yang sedang terkena bencana, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan," ungkap Agus.
Tak hanya doa dan syukuran, nuansa kebersamaan semakin terasa saat warga bergotong royong menyiapkan berbagai hidangan tradisional, mulai dari nasi tumpeng, nasi uduk hingga nasi liwet.
Seluruh hidangan tersebut dibuat secara swadaya. Ada warga yang patungan antar-empat rumah untuk membuat satu tumpeng, sementara warga lainnya menyiapkan nasi liwet dan berbagai hidangan lain untuk disantap bersama.
"Ada yang empat rumah satu tumpeng, ada yang membuat nasi liwet dan hidangan lainnya. Semuanya dilakukan secara swadaya dan gotong royong," ungkapnya.
Semangat gotong royong dan pelestarian budaya inilah yang diharapkan terus hidup di tengah masyarakat. Di momentum HUT ke-81 RI, hajat lembur menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara dan perlombaan, tetapi juga dengan menjaga persatuan serta warisan budaya bangsa.
