JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Sebanyak 7.555 warga binaan pemasyarakatan di wilayah Daerah Khusus Jakarta menerima Remisi Umum 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) DK Jakarta Wachid Wibowo mengatakan, seluruh usulan remisi telah disetujui. Pemberian remisi menjadi bentuk penghargaan negara kepada narapidana yang memenuhi persyaratan sekaligus bagian dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial.
“Pemberian remisi umum merupakan salah satu bentuk penghargaan negara terhadap narapidana dan anak binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” ujar Wachid dalam seremoni penyerahan remisi di Lapas Kelas IIA Salemba, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Menurut Wachid, remisi tidak hanya dimaknai sebagai pengurangan masa pidana. Lebih dari itu, remisi diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas hidup, serta kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Wali Kota Depok Beberkan 3 Program Prioritas untuk Kemajuan Daerah
Berdasarkan data Ditjenpas DK Jakarta per 17 Agustus 2026, jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan mencapai 12.015 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 2.838 tahanan, 9.138 narapidana, serta 39 anak yang berhadapan dengan hukum.
Dari 7.555 penerima remisi, sebanyak 7.218 orang memperoleh Remisi Umum I (RU I), sedangkan 317 orang menerima Remisi Umum II (RU II).
Selain itu, 20 anak binaan memperoleh Pengurangan Masa Pidana (PMP), dengan rincian 19 orang menerima PMP I dan satu orang PMP II.
Wachid menjelaskan, RU I diberikan dalam bentuk pengurangan sebagian masa pidana, tetapi penerimanya masih harus menjalani sisa hukuman. Sementara RU II memungkinkan narapidana langsung bebas setelah mendapatkan pengurangan masa pidana, sepanjang tidak memiliki kewajiban pidana pengganti yang belum diselesaikan.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Kirim 12 Truk Bantuan untuk Korban Gempa NTT
“Adapun PMP diberikan kepada anak binaan sebagai bagian dari sistem pembinaan yang menekankan pendampingan dan kepentingan terbaik bagi anak dalam sistem peradilan pidana,” katanya.
Di Rutan Kelas I Jakarta Pusat atau Rutan Salemba, sebanyak 679 narapidana juga menerima Remisi Umum. Dari 680 narapidana yang diusulkan, 679 orang dinyatakan memenuhi syarat.
Sebanyak 625 narapidana menerima RU I dan 54 orang mendapatkan RU II. Dari jumlah penerima RU II tersebut, 43 narapidana dinyatakan bebas pada 17 Agustus 2026.
Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat Wahyu Trah Utomo mengatakan remisi diharapkan menjadi stimulus agar warga binaan terus berperilaku baik dan aktif mengikuti program pembinaan.
“Remisi ini merupakan bentuk apresiasi bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan, sekaligus menjadi stimulus agar mereka terus berkelakuan baik dan aktif mengikuti program pembinaan,” ujar Wahyu.
Berdasarkan besaran remisi di Rutan Salemba, 121 narapidana mendapat pengurangan satu bulan, 286 orang dua bulan, 207 orang tiga bulan, 45 orang empat bulan, dan 20 orang lima bulan.
Sementara berdasarkan jenis perkara, penerima remisi terdiri atas 35 narapidana kasus korupsi, 185 kasus narkotika terkait PP Nomor 99, 10 kasus pencucian uang, serta 449 narapidana perkara lainnya.
